Efisiensi ala Pemkot Bengkulu: Beli Mobil dan Sewa Videotron Ratusan Juta, Masyarakat Wajib Bayar PBB

Perkiraan Waktu Baca: 1 menit

Satujuang, Kota Bengkulu– Kata “efisiensi” ternyata punya makna berbeda di tangan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu. Alih-alih memangkas belanja yang tidak mendesak, justru anggaran daerah digelontorkan untuk membeli mobil dan menyewa videotron senilai ratusan juta rupiah.

Melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Pemkot Bengkulu mencatatkan belanja yang mengusik nurani publik. Rinciannya bikin dahi berkerut:

  • PT Agung Automall – Innova Zenix 2.0 G CVT: Rp883.200.000
  • LEDPEDIA Media Utama – Sewa Videotron: Rp746.919.000
  • PT Suzuki Indomobil Sales – Grand Vitara GX A/T: Rp386.000.000

Totalnya lebih dari Rp2 miliar hanya untuk belanja yang sama sekali tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan rakyat.

Ironinya, di waktu yang sama, masyarakat terus digencarkan membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Bahkan, menjadi salahsatu syarat untuk mengurus berbagai dokumen terkait pemerintahan.

Seakan rakyat dituntut disiplin bayar pajak, sementara pemerintah daerah bebas belanja.

“Apa ini yang namanya efisiensi? Jalan rusak, banjir tidak penting?. Pemkot lebih peduli gengsi daripada kebutuhan warga,” ujar warga yang dimintai tanggapan soal belanja tersebut, Senin (1/9/25).

Kontras antara jargon efisiensi dan praktik belanja mewah ini menjadi sorotan tajam.

Publik kini bertanya-tanya, efisiensi ala Pemkot Bengkulu itu untuk siapa. Rakyat atau segelintir pejabat yang ingin nyaman dan tampil mentereng?. (Red)