Dijadikan Tempat Untuk Kepentingan Politik, BEM Unihaz Bengkulu Boikot Musra

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Bengkulu – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Prov Dr Hazairin SH (Unihaz) Bengkulu melakukan aksi Boikot Musyawarah Rakyat (Musra) Ke-XXVI.

Musra Ke-XXVI yang dilaksanakan di dalam lingkungan Kampus pada Minggu (19/3/23) itu, mendapat penolakan dari para mahasiswa yang tergabung dalam BEM.

“Kami dari BEM, menolak keras kegiatan Musra ke XXVI dilaksanakan di Unihaz. Karna kami menganggap Kampus ini tidak boleh dijadikan tempat untuk berpolitik praktis,” tegas Presiden Mahasiswa (Presma) BEM, Seli Meinarti.

Dalam aksinya tersebut para mahasiswa sempat menunda pelaksanaan Musra yang di laksanakan di Auditorium Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Hazairin itu.

Seli mengakui, Musra sebenarnya bertujuan baik, karena untuk mengumpulkan aspirasi rakyat terkait pemimpin yang akan melanjutkan kepemimpinan saat ini

“Tetapi kami merasa tidak di tempat ini (Kampus) pelaksanaan Musyawarah Rakyat ini di laksanakan,” terangnya.

Sayangnya, aksi yang dilakukan para mahasiswa ini tidak diindahkan. Kegiatan Musra tetap dilaksanakan sesuai rencana panitia pelaksana.

“Setidaknya kami sudah menyuarakan bahwa politik praktis tidak boleh di lakukan di kampus,” pungkas Seli.

Beberapa tuntutan para mahasiswa :

  1. Menolak Penyalahgunaan Fasilitas Kampus atas Kepentingan Politik Praktis di Lingkungan Kampus Unihaz.
  2. Menolak Kegiatan Musra Ke-26 di Kampus Unihaz.
  3. Menuntut Rektor Unihaz agar Bersikap Netral Terhadap Kepentingan Sesaat Partai Politik dan Caleg.

Informasi terhimpun, acara Musra tersebut dihadiri oleh para politikus, diantaranya Rio Capela serta anggota dewan Provinsi Bengkulu Dempo Xler dan Sumardi.

Juga sempat ada aksi deklarasi oleh sekelompok orang dukungan kepada Mahfud MD maju dalam pemilihan presiden tahun 2024 mendatang. (Red/Sandy)