Dandim 0407 Bawa 4 Mahasiswa ke RS Pasca Pecahnya Demonstrasi di DPRD Provinsi Bengkulu

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bengkulu – Dandim 0407/Kota Bengkulu, Kolonel Inf Widi Rahman SH M.Si, buru-buru membawa 4 orang mahasiswa ke Rumah Sakit (RS) DKT Kota Bengkulu.

Tindakan cepat ini Ia ambil karena merasa khawatir dengan para mahasiswa yang terluka saat aksi Demontrasi di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu hari ini, Senin (24/2/25).

“Saya merasa khawatir dengan kondisi mereka, karena mereka mendapatkan sejumlah luka saat melakukan aksi demontrasi,” sampai Kolonel Widi.

Widi mengatakan, ada 4 orang mahasiswa yang dibawa ke RS DKT. Terdiri dari 1 orang mahasiswa UNIHAZ dan 3 orang mahasiswa UINFAS.

3 orang mendapatkan 3 jahitan dan 1 orang lagi dapat 4 jahitan.

Bersama dengan dirinya, juga ada Wakapolres Kota Bengkulu, AKBP Mex Mariners SIK, turut mendampingi saat mengobati para mahasiswa.

“Alhamdulillah luka-luka mereka sudah di jahit, dan kita juga berikan makan malam,” terang Widi menambahkan.

Saat ini, ke 4 mahasiswa tersebut terang Widi, telah pamit pulang ke rumahnya masing-masing.

Sempat ditawarkan untuk mendapatkan perawatan rawat inap, namun para mahasiswa lebih memilih untuk pulang.

“Kita juga sudah sampaikan, apabila dirasa pusing nanti, silakan untuk datang kontrol ke RS DKT. Sekaligus beberapa hari ke depan buka jahitan. Kalau kata dokter tadi, insyaallah mereka bisa lekas pulih,” pungkasnya.

Seperti diketahui, ratusan mahasiswa bersama OKP dan masyarakat, menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu.

Mengatasnamakan Aliansi Bumi Rafflesia Melawan, massa berkumpul dan menyerbu kantor DPRD Provinsi Bengkulu.

Aksi demontrasi tersebut pecah dan anarkis, setidaknya ada 27 orang mahasiswa dilaporkan mengalami luka dalam insiden tersebut dengan kondisi luka yang beragam.

Berdasarkan pantauan langsung pewarta, aksi demontrasi ini diwarnai dengan aksi bakar ban, lempar batu, pengerusakan pagar dan beberapa aset DPRD.

Para demonstran bahkan sempat ditembaki dengan water cannon dan dihadapkan dengan barisan anggota Polisi berseragam PDLT lengkap serta anjing pelacak. (Red)