Satujuang, Blitar- Cucu Soekarno, Didi Mahardhika, menegaskan kesetiaannya kepada Prabowo Subianto dan Partai Gerindra sebagai amanah dari ibundanya.
Sikap politik cucu Soekarno ini dikenal “tak biasa” di tengah keluarga besar Bung Karno, Kamis (4/12/25).
Didi Mahardhika menyatakan bahwa sikap politiknya merupakan hasil dari dua amanah yang ia jalankan.
Amanah sang ibunda, almarhum Rachmawati Soekarnoputri. Amanah Prabowo Subianto, yang bagi Mahardhika sudah seperti keluarga sendiri.
“Pesan ibunda jelas, tetap setia kepada Bapak Prabowo Subianto dan Partai Gerindra, Alhamdulillah amanah itu saya jalankan sejak dulu,” kata Didi Mahardhika.
Lebih lanjut, cucu Soekarno itu menegaskan alasannya mantap berlabuh di Partai Gerindra karena partai tersebut mencerminkan nilai dan ideologi Bung Karno tanpa dikotomi.
“Gerindra itu cocok dengan darah ideologi saya, ada garis ajaran kakek saya, Bung Karno, tetapi tidak dibenturkan dengan siapa pun,” tegas Didi Mahardhika.
Menurut Didi Mahardhika, kedekatannya dengan Bapak Prabowo Subianto telah menjelma menjadi kedekatan personal, bukan hanya soal politik.
“Bagi saya, Pak Prabowo sudah seperti bapak sendiri, Itu yang saya pegang,” tandasnya.
Didi Mahardhika menilai bahwa pola dikotomi lama seperti Pro-Soekarno atau Pro-Suharto sudah usang, meskipun berbagai kelompok terus mencoba menghidupkannya.
“Menurut saya, dikotomi itu sudah tidak relevan, Mengkotakkan rakyat Indonesia ke dalam pro sini atau pro sana hanya memperkecil bangsa ini,” tegasnya.
Ia menyayangkan masih adanya pihak-pihak yang menggunakan tokoh-tokoh besar sebagai alat politik dengan menampilkan visual atau narasi yang memecah belah.
“Kasihan masyarakat, Mereka disajikan hal negatif, dijual gambar tokoh-tokoh yang akhirnya berdampak semu, hanya pseudo,” pungkasnya. (Herlina)
