Satujuang, Bengkulu- Empat Korban TPPO Kamboja asal Bengkulu, Deni Febriansyah, Ardi, Engga, dan Imron, akhirnya kembali ke kampung halamannya Bengkulu, Rabu (25/2/26).
Kepulangan mereka disambut Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring SH, di Bandara Fatmawati Soekarno.
Keempat pemuda itu langsung sujud syukur di aspal bandara. Isak tangis keluarga menyertai momen haru tersebut.
Usin menegaskan keberhasilan pemulangan ini buah kerja kolaboratif. Melibatkan DPRD, Pemprov, Baznas, TNI/Polri, serta KBRI Phnom Penh.
Komisi IV telah mendesak pemangkasan birokrasi sejak laporan masuk awal Februari lalu demi keselamatan nyawa warga Bengkulu.
“Alhamdulillah, hari ini empat warga kita dari Kamboja sudah kembali dengan selamat. Ini adalah hasil nyata dari kerja keras semua pihak dan dukungan doa seluruh rakyat Provinsi Bengkulu,” sampai Usin.
Diketahui, para korban tergiur janji gaji Rp12,8 juta per bulan untuk bekerja di Vietnam. Faktanya, mereka diselundupkan ke Kamboja dan disekap.
Mereka dipaksa menjadi operator judi daring (scamming). Karena gagal mengoperasikan komputer, mereka mengalami penyiksaan fisik keji.
“Kami dicambuk dan disetrum. Paspor disita. Beruntung kami bisa melarikan diri ke KBRI,” ungkap Deni di hadapan Usin dan pejabat lainnya yang menyambut kepulangan mereka.
Melihat luka fisik dan trauma korban, Usin memberi peringatan keras. Ia juga meminta pengawasan ketat Disnakertrans.
“Saya minta jangan ada lagi warga kita yang tergiur janji manis oknum nakal. Jika ada tawaran kerja ke luar negeri, cek dulu ke Disnakertrans. Jangan berangkat lewat jalur ‘belakang’,” tegas Usin.
Ia meyakinkan bahwa Komisi IV akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Termasuk rehabilitasi psikis bagi para korban.
Kepulangan ini menjadi kado pahit namun melegakan bagi keluarga korban. Berkat intervensi cepat, keempat pemuda ini dapat merayakan Lebaran di kampung halaman. (Red)
