Satujuang, Bengkulu- Kelangkaan BBM (bahan bakar minyak) di Provinsi Bengkulu kembali menjadi sorotan publik, memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.
Situasi ini mendorong Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meminta Pertamina untuk memperbaiki strategi komunikasi publik dan menyiapkan mitigasi dini agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Menanggapi kondisi tersebut, Sales Area Manager Retail Bengkulu, Mochammad Farid Akbar, memastikan pasokan BBM untuk wilayah Bengkulu dalam kondisi aman.
Ia menjelaskan bahwa kapal pengangkut BBM dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Pulau Baai pada Minggu (9/11) pagi.
“Besok kapal akan tiba mengangkut 2.000 kiloliter Pertalite dan 1.000 kiloliter Pertamax,” ungkap Farid usai Rapat Koordinasi Forkopimda Provinsi Bengkulu membahas kelangkaan BBM, Sabtu (8/11/25).
Farid menambahkan, dengan kedatangan kapal tersebut, Pertamina akan segera melakukan proses pemulihan distribusi untuk mengurai antrean. Ia juga mengakui adanya kendala teknis pada 3 November lalu yang sempat menyebabkan penyaluran BBM tersendat.
Namun, menurutnya, kondisi kini telah membaik. Terminal BBM di Lubuk Linggau (Sumatera Selatan) dan Kabung (Sumatera Barat) dilaporkan telah kembali beroperasi normal, sehingga penyaluran BBM ke Bengkulu dapat berjalan optimal.
“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena stok BBM di Bengkulu aman,” tegasnya.
Di sisi lain, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyoroti terulangnya persoalan kelangkaan BBM ini. Ia mendesak Pertamina untuk menyiapkan langkah mitigasi sejak dini guna menghindari kepanikan di tengah masyarakat.
“Kelangkaan ini sudah dua kali sejak saya menjabat gubernur, jangan sampai terjadi yang ketiga,” tegas Helmi.
Menurut Gubernur, Pertamina seharusnya memberikan penjelasan kepada masyarakat sebelum kelangkaan terjadi, bukan setelah situasi memburuk. Ini menjadi indikasi perlunya perbaikan dalam aspek komunikasi publik.
“Jangan sampai masyarakat panik baru dijelaskan. Seperti halnya BMKG yang rutin memberi prakiraan cuaca agar semua bisa bersiap,” ujar Helmi.
Ia menekankan pentingnya transparansi dan komunikasi publik yang proaktif dari pihak Pertamina. Hal ini krusial agar ke depan permasalahan serupa tidak kembali terulang dan kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
“Ke depan saya minta Pertamina lebih terbuka, jangan ada yang ditutupi. Sampaikan ke masyarakat bila ada kendala,” pungkasnya. (Adv)








Komentar