Satujuang, Jakarta – Arus mudik lebaran 2025, kendaraan yang keluar dari Jakarta menunjukkan lonjakan yang signifikan.
Data dari Jasa Marga mengungkapkan bahwa sejak H-10 hingga H-5 Idul Fitri, sebanyak 955.923 unit kendaraan telah meninggalkan ibu kota melalui 4 gerbang tol utama.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa terjadi peningkatan volume lalu lintas hingga 13 persen dibandingkan kondisi normal.
“Berdasarkan informasi dari Jasa Marga, kumulatif kendaraan yang keluar dari Jakarta mencapai 955.923 unit dalam periode H-10 sampai H-5 Lebaran 2025,” ujar Irjen Agus saat memberikan keterangan, Jumat (28/3/25).
4 gerbang tol yang mencatat lonjakan arus mudik tersebut meliputi GT Cikupa (jalur Merak), GT Ciawi (jalur Puncak), GT Cikampek Utama (jalur Trans Jawa), dan GT Kalihurip Utama (jalur Bandung).
Di antara jalur tersebut, GT Cikampek Utama menyumbang kenaikan tertinggi, mencapai 72,1 persen di atas rata-rata lalu lintas normal.
Rincian volume kendaraan per jalur adalah sebagai berikut:
– Jalur Trans Jawa (GT Cikampek Utama): 282.994 unit kendaraan (+72,1%)
– Jalur Merak (GT Cikupa): 284.373 unit kendaraan
– Jalur Bandung (GT Kalihurip Utama): 186.768 unit kendaraan
– Jalur Puncak (GT Ciawi): 201.788 unit kendaraan
Lonjakan kendaraan ini menyebabkan kepadatan pada ruas tol utama, terutama pada jalur Trans Jawa dan Bandung.
Menanggapi kondisi tersebut, pihak Korlantas Polri mengambil langkah antisipatif. Pada H-4 Lebaran, untuk mengurangi kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek, diberlakukan sistem one way lokal.
“Radar di Km 71 sudah mencatat peningkatan volume lalu lintas yang signifikan, sehingga perlu diterapkan one way lokal sebagai upaya mengurai antrean,” jelas Irjen Agus dari command center Km 29.
Meskipun sistem contraflow telah berjalan sejak pagi, kondisi arus yang masih padat membuat tambahan kebijakan one way lokal diberlakukan mulai dari Km 70 hingga Km 188.
“Koordinasi dengan Kapolri dan Jasa Marga sudah berlangsung, dan dalam waktu kurang lebih 10 menit, one way lokal akan diterapkan di segmen tersebut,” tambahnya.
Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada H-3 dan H-2 Lebaran. Pemudik diimbau untuk mengikuti informasi terbaru mengenai rekayasa lalu lintas dan merencanakan perjalanan secara matang guna mengantisipasi kemacetan yang mungkin terjadi.











