Satujuang, Jakarta – Bareskrim Polri mengamankan 201 ton beras premium ditarik dari peredaran dan dinyatakan tidak memenuhi standar kualitas sebagai barang bukti.
Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengumumkan penarikan beberapa merek beras premium dari rak modern untuk meredam kekhawatiran konsumen atas beredarnya produk diduga oplosan.
Ketua Umum Aprindo, Solihin, menegaskan bahwa jaringan ritel modern tidak memiliki kapasitas teknis untuk menguji mutu beras kemasan 5 kilogram.
“Kami bukan produsen dan tidak memiliki peralatan untuk meneliti isi di balik kemasan, tapi publik menilai kami sebagai pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya pada Sabtu (26/7/25).
Solihin menyayangkan sorotan yang diarahkan serentak kepada ritel modern, termasuk pemeriksaan oleh sejumlah kepolisian daerah.
Ia mencontohkan pengalaman di Sampang, Jawa Timur, di mana satu ritel diminta melengkapi 13 dokumen untuk pemeriksaan.
“Padahal kami hanya menjual sesuai HET; begitu melewati batas, kami bisa terkena sanksi pidana. Kenapa kami yang dipersulit?” keluhnya.
Selain tekanan dari aparat, ormas pun mendesak agar jaringan seperti Alfamart segera menarik produk tertentu dalam waktu 3×24 jam.
Surat peringatan tersebut bahkan menyebut akan melakukan aksi massa jika tenggat waktu diabaikan.
Menanggapi hal ini, Aprindo memutuskan untuk menarik semua merek beras yang tersangkut isu oplosan di seluruh anggotanya.
“Langkah ini diambil untuk mencegah somasi konsumen dan kunjungan berulang aparat kepolisian ke toko kami,” jelas Solihin.
Ia juga meminta agar pemerintah, khususnya Badan Pangan Nasional, Ditjen Perlindungan Konsumen & Tertib Niaga Kemendag, serta Satgas Pangan, segera memberikan kepastian regulasi.
“Hingga saat ini kami belum menerima tanggapan resmi,” tutur Solihin.
Pantauan detikcom di kawasan Ciputat–Pamulang, Tangerang Selatan, pada Sabtu (26/7) menunjukkan rak beras di ritel modern nyaris kosong kecuali merek Raja dan Topi Koki.
Stok merek Sania dan Sentra Ramos disebut sudah ditarik distributor beberapa hari terakhir.
Di Alfamart Ciater, stok tersisa hanya merek Raja, Raja Platinum, dan Topi Koki. Petugas setempat memprediksi pasokan merek lain tak kunjung tiba kembali. (AHK)
