Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Korban Kebakaran Kapuk Muara Jakarta Utara

Perkiraan Waktu Baca: 3 menit

Satujuang, Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung kondisi para korban kebakaran di kawasan Kapuk Muara, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara pada Senin malam (9/6/25).

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa tenda-tenda pengungsian yang menampung sekitar 1.900 warga terdampak kebakaran benar-benar layak huni dan segala kebutuhan dasar telah terpenuhi.

Sesampainya di lokasi, Wapres Gibran menyusuri area puing sisa kebakaran yang masih tersisa di sejumlah titik permukiman.

Ia kemudian mendatangi tenda-tenda pengungsian, berbincang langsung dengan para korban sekaligus meninjau fasilitas pendukung, seperti akses air bersih, toilet darurat, dan dapur umum.

Melalui siaran resmi Sekretariat Wakil Presiden, dijelaskan bahwa Wapres menegaskan pentingnya pemenuhan makanan bergizi, layanan kesehatan, dan kebersihan lingkungan bagi warga yang kini tinggal sementara di tenda.

“Tempat pengungsian harus memenuhi standar kelayakan, mulai dari ketersediaan air bersih yang mudah dijangkau, sanitasi yang memadai, hingga sistem logistik pemenuhan konsumsi yang terkoordinasi,” ungkap Sekretariat Wapres.

Selain melakukan peninjauan, Wapres Gibran juga menyerahkan bantuan paket sembako, selimut, dan popok bayi (pampers) secara langsung kepada beberapa perwakilan keluarga korban. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah harus bekerja sama untuk memetakan keseluruhan wilayah terdampak agar distribusi bantuan dapat berjalan merata dan tepat sasaran.

Gibran juga menginstruksikan jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan proses penanganan pasca kebakaran berjalan secara optimal.

Pemetaan menyeluruh di setiap titik terdampak dinilai penting agar tidak ada keluarga korban yang luput dari perhatian. Menurutnya, upaya penanganan ini harus mencakup perencanaan relokasi warga ke hunian sementara yang lebih aman dan layak.

Lebih lanjut, Wapres menekankan perlunya pencegahan agar insiden serupa tidak terulang, khususnya di kawasan pemukiman padat.

Ia mengusulkan peningkatan sistem pemadaman kebakaran, penambahan hidran publik, serta penempatan posko siaga pada tingkat RT/RW.

Penataan ulang kawasan berisiko tinggi juga dinilai krusial untuk mengurangi potensi kebakaran di masa mendatang.

Di sisi lain, Ketua RW 04 Kelurahan Kapuk Muara, Sudiono, mengapresiasi respons cepat yang diberikan oleh pemerintah dan berbagai pihak.

Menurut Sudiono, beragam fasilitas darurat, seperti MCK, air bersih, hingga penyediaan makanan telah tersedia secara terpadu di posko pengungsian.

“Alhamdulillah, kebutuhan dasar kami tidak kurang satu pun,” ujarnya. Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wapres Gibran atas kunjungan dan perhatiannya.

Sementara itu, Nurleila salah satu korban kebakaran menyampaikan harapannya agar pemerintah mempertimbangkan relokasi warga terdampak ke lokasi yang lebih aman dan layak.

“Kalau bisa, kami ingin dipindah ke tempat tinggal yang lebih baik,” tuturnya.

Kebakaran hebat tersebut terjadi pada Jumat (6/6) di tengah permukiman padat Kapuk Muara.

Warga berhamburan meninggalkan rumah ketika api membakar habis puluhan bangunan tempat tinggal.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, sekitar 1.900 warga terpaksa mengungsi ke tenda­-tenda darurat yang masih berdiri hingga kini. (AHK)