Satujuang, Bengkulu- Dukungan terhadap investasi tambang emas di Kabupaten Seluma terus menguat. Kali ini datang dari tokoh penting di balik pemekaran Kabupaten Seluma, H Harmen Kamarsyah S.Sos.
Ia menegaskan bahwa kehadiran investor merupakan jawaban atas cita-cita otonomi daerah untuk memajukan perekonomian dan memberdayakan potensi lokal Kabupaten Seluma yang mereka perjuangkan dulu.
Harmen Kamarsyah yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Presidium Pemekaran Kabupaten Seluma, menegaskan bahwa kehadiran investor ini senada dengan semangat awal perjuangan pemekaran.
Pemekaran yakni untuk memangkas rentang kendali pemerintahan serta membuka ruang seluas-luasnya bagi pengelolaan sumber daya alam dan manusia secara mandiri.
“Saya ikut menandatangani terbentuknya Kabupaten Seluma. Dulu kita ingin mekar agar bisa membuka diri terhadap investasi, dan tambang emas ini adalah peluang besar. Inilah harapan kita sejak awal,” ujar Harmen, saat diwawancarai di kediamannya, Selasa (15/7/25).
Ia menyambut positif rencana operasional tambang emas yang akan dikelola oleh PT Energy Swa Dinamika Muda (ESDMu), dan menegaskan tidak ada alasan untuk menolak investasi yang masuk.
Apalagi, kata dia, seluruh kewenangan pengelolaan tambang kini berada di tangan pemerintah pusat, yang saat ini ada di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Daerah lain susah payah mencari investor, kita justru didatangi. Ini harus kita sambut. Saya bahkan siap turun langsung ke masyarakat untuk menyosialisasikan hal ini,” tegasnya.
Menurut Harmen, kehadiran tambang emas di Seluma berpotensi menciptakan ekosistem ekonomi baru yang akan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat lokal.
Tambang akan melahirkan terbukanya lapangan kerja hingga meningkatnya peredaran uang di daerah.
“Kalau tambang ini jalan, akan terjadi kehidupan ekonomi baru. Tenaga kerja lokal terserap, uang beredar di Seluma, dan daerah ini akan maju,” tambahnya.
Menanggapi kekhawatiran soal dampak lingkungan, Harmen meminta masyarakat tidak perlu ragu karena regulasi pertambangan kini sudah ketat di bawah kendali pemerintah pusat.
“Soal lingkungan itu sudah ada aturannya, pemerintah sudah sangat rigid. Kita harus optimis. Jangan terjebak isu-isu negatif. Justru sekarang saatnya Seluma bangkit,” pungkasnya. (Red)
