Taman Remaja Bengkulu: Dari Ikon Wisata, Konten Tiktok dan Kini Jadi Hutan Tak Terawat

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Kota Bengkulu- Kondisi Taman Remaja Kota Bengkulu kini menjadi potret nyata kegagalan pemerintah dalam menjaga aset publik.

Lokasi yang berada di jantung kota ini bertransformasi menjadi kawasan yang dipenuhi semak belukar yang dihiasi jalanan hancur parah dengan drainase yang sudah rata.

Area taman nyaris tak berbentuk dengan rumput-rumput liar yang tumbuh rimbun dan tinggi menutupi sebagian besar area. Kesan tak terawat begitu kental terasa.

Akses jalan juga hancur, menyisakan kubangan berlumpur saat hujan, sangat kontras dengan wacana sempat didengungkan pemerintah daerah di media massa.

Lokasi ini bahkan sempat jadi konten viral di TikTok oleh pemda.

Bila melihat sejarahnya, masyarakat Bengkulu memiliki memori kolektif yang indah tentang tempat ini sebagai primadona wisata keluarga.

Dahulu, Taman Remaja memiliki kebun binatang mini dengan aneka satwa seperti buaya, berbagai jenis burung, hingga primata.

Setiap akhir pekan, tempat ini menjadi titik kumpul warga dari berbagai penjuru kota untuk berolahraga atau menikmati udara segar di bawah pohon yang rindang.

Puluhan pedagang kecil juga menggantungkan hidup dari keramaian taman ini, yang kini ikut terpuruk seiring hilangnya fungsi taman.

Berbagai rencana anggaran yang sempat mencuat heboh seolah hanya menjadi konsumsi politik tanpa realisasi fisik yang berarti.

“Pemerintah sudah janji mau dibangun bagus, tapi kenyataannya lihat sendiri, jalan hancur, rumput setinggi orang. Ini bukan lagi taman, tapi hutan di tengah kota,” kritik salah seorang warga yang melintas, Sabtu (11/4/26).

Masyarakat kini menuntut tanggung jawab nyata, bukan sekadar wacana revitalisasi di atas kertas. Minimal perawatan tetap dilakukan agar tidak tambah parah.

Mereka menginginkan aksi konkret untuk mengembalikan marwah Taman Remaja sebagai ruang publik yang layak, aman, dan membanggakan bagi warga Kota Bengkulu, bukan hanya sebatas janji. (red)