Satujuang, Seluma- Isu minimnya stok Bahan Bakar Minyak (BBM) menjelang Lebaran memicu keresahan masyarakat di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.
Kondisi tersebut bahkan mendorong sebagian warga melakukan pembelian dalam jumlah banyak lebih awal atau panic buying demi mengantisipasi kemungkinan kelangkaan.
Dampaknya, antrean kendaraan terlihat mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Salah satunya di SPBU Tais, Kecamatan Seluma, di mana antrean kendaraan roda dua dan roda empat diperkirakan mencapai sekitar 500 meter.
Salah satu warga yang ikut mengantre, Kusin (58), mengaku terpaksa membeli BBM lebih awal karena khawatir sulit mendapatkan bahan bakar di kemudian hari.
“Kami itu resah dengan kabar yang beredar, minyak (BBM, red) ini sangat dibutuhkan, apalagi kami yang jauh dari pelosok, harus terus ada. Jadi daripada kami sulit cari minyak, lebih baik kami beli lebih awal,” sampai Kusin salah satu warga kecamatan Seluma Utara, Sabtu (7/3/26).
Saat ditanya mengenai imbauan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu yang menyatakan stok BBM masih mencukupi, Kusin menilai kekhawatiran masyarakat muncul karena pengalaman sebelumnya.
“Ya, mungkin saja stoknya cukup, tapi kalu kita berkaca dari yang lalu, sulitnya minya ini sangat mengganggu kami masyarakat di pelosok. Bagi kami minyak ini adalah kebutuhan pokok untuk melansir hasil pertanian.” tegas Kusin.
Sebelumnya, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan melalui Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, menegaskan bahwa stok BBM di Bengkulu saat ini masih dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan normal.
“Pemprov Bengkulu mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Stok BBM masih aman dan distribusi terus berjalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus memantau penyaluran BBM di berbagai SPBU serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat tetap terpenuhi.
“Pertamina menjamin, semua jenis BBM aman tidak terjadi pembatasan dalam penyaluran. Beberapa hari ke depan juga akan tiba lagi melalui terminal pulau baai untuk stok lebaran,” jelasnya.
Meski demikian, di lapangan antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU di Kabupaten Seluma.
Kondisi ini menunjukkan kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM menjelang Lebaran masih cukup tinggi.(da)
