Setahun Kepemimpinan Amsakar-Li Claudia, Pembangunan Batam Bergerak Cepat di Sektor Ekonomi hingga Sosial

Perkiraan Waktu Baca: 3 menit

Satujuang, Batam- Setahun memimpin, pasangan Amsakar-Li Claudia berhasil mendorong pembangunan Batam secara cepat di sektor ekonomi hingga sosial, menunjukkan hasil nyata.

Berbagai capaian positif telah diraih oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.

Indikator makro pembangunan menunjukkan tren positif, memperkuat posisi Batam sebagai motor pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau.

“Pada sektor ekonomi, pertumbuhan Batam pada Triwulan III 2025 tercatat 6,89 persen, melampaui rata-rata provinsi dan nasional,” ujar Amsakar Achmad saat menghadiri dialog interaktif satu tahun kepemimpinan di Kantor Walikota, Jumat (20/2/26).

Kondisi tersebut mencerminkan stabilitas iklim investasi serta penguatan sektor industri, perdagangan, dan jasa.

Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen dari target, menegaskan Batam sebagai destinasi investasi unggulan nasional.

Pertumbuhan ekonomi berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan turun menjadi 3,81 persen pada 2025, terendah dalam lima tahun terakhir.

Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka juga menurun menjadi 7,57 persen.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 83,80, mencerminkan kemajuan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

“Alhamdulillah, dalam satu tahun ini kerja bersama mulai menunjukkan hasil nyata. Peningkatan pertumbuhan ekonomi, investasi yang melampaui target, dan perbaikan kesejahteraan masyarakat merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat,” imbuhnya.

Di bidang kesehatan dan perlindungan sosial, Pemerintah Kota Batam menghadirkan program pengobatan gratis bagi warga ber-KTP Batam.

Program ini juga mencakup perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 24.348 pekerja rentan.

Cakupan JKN-KIS telah mencapai 97,86 persen penduduk, mengantarkan Batam meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 kategori Pratama.

Komitmen pada sektor pendidikan diwujudkan melalui pembagian 105.670 stel seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP.

Pemerintah juga membangun 42 ruang kelas baru serta dua unit sekolah, dan memberikan beasiswa kepada 205 mahasiswa, terutama dari wilayah hinterland dan keluarga kurang mampu.

Untuk mendorong ekonomi kerakyatan, pemerintah meluncurkan program pinjaman modal tanpa bunga hingga Rp20 juta bagi 1.500 pelaku UMKM.

Pelatihan tenaga kerja dan pengembangan industri kreatif juga terus diperluas dengan ribuan peserta setiap tahun guna meningkatkan daya saing sumber daya manusia lokal.

Meski demikian, Amsakar mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus ditangani bersama.

Tantangan tersebut terutama pengelolaan sampah, penanganan banjir di titik rawan, serta optimalisasi pelayanan air bersih yang dikelola bersama BP Batam.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan pembangunan yang inklusif dan merata.

“Semua membutuhkan proses, perencanaan matang, dan dukungan semua pihak,” ujar Li Claudia.

Ia juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan.

Melalui dialog tersebut, pemerintah menegaskan komitmen untuk terus bekerja secara kolaboratif dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.

Demi mewujudkan Batam yang semakin tertata, bersih, dan berkelanjutan di bawah kepemimpinan Amsakar-Li Claudia. (NIP)