Satujuang, Kota Bengkulu- Setelah sempat diprotes warga karena penutupan akses, pembangunan jembatan vital Air Cugung Patil di Kebun Tebeng, Kota Bengkulu, akhirnya selesai dan resmi dibuka untuk umum pada Jumat (5/12/25).
Pembangunan jembatan ini digagas pada periode kepemimpinan Wali Kota Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny.
Jembatan tersebut diharapkan menjadi solusi permanen untuk mengatasi banjir langganan di wilayah Kebun Tebeng.
Acara peresmian jembatan berlangsung meriah, dihadiri jajaran pemerintah kota, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme tinggi warga yang sudah tidak sabar menunggu akses utama kembali normal.
Walikota Dedy Wahyudi menjelaskan bahwa proses pembangunan jembatan ini penuh tantangan.
Pihaknya harus mengambil keputusan sulit untuk menutup total akses jalan demi memastikan kualitas beton jembatan mengeras sempurna.
“Ada dilema, kalau tidak dibangun, tiap hari Pak RT melapor kebanjiran, ketika dibangun dan ditutup, warga protes karena mobilitas terhambat,” ujar Dedy.
Dedy juga mengakui bahwa masa penutupan molor menjadi dua bulan lebih dari perkiraan awal satu setengah bulan, demi keamanan struktur jembatan.
Nama jembatan ini, “Air Cugung Patil,” cukup unik.
Dedy menyebut nama tersebut merupakan hasil musyawarah dan kesepakatan murni dari warga setempat, bukan paksaan dari pemerintah.
Kini, setelah resmi dibuka, warga Kota Bengkulu, khususnya Kebun Tebeng, dapat bernapas lega.
Harapan besar menyertai peresmian jembatan ini agar wilayah tersebut terbebas dari ancaman banjir di masa mendatang.
Usai pemotongan pita dan penandatanganan prasasti, warga langsung diizinkan melintasi jembatan tersebut.
Momen peresmian jembatan ini semakin semarak dan penuh antusiasme warga, pada Jumat sore.
Tak hanya berfungsi sebagai infrastruktur vital, jembatan ini juga diproyeksikan menjadi ikon baru di Kebun Tebeng.
Sementara itu, menjawab permintaan tokoh masyarakat, pemerintah berencana mempercantik jembatan dengan memasang lampu-lampu indah.
Pemerintah juga akan menyediakan spot khusus agar jembatan ini bisa menjadi tempat swafoto (selfie) yang menarik bagi anak muda.
Sebagai bentuk komitmen melayani warga, Dedy juga menginstruksikan Dinas PUPR untuk segera menganggarkan perbaikan jalan kecil alternatif.
Jalan tersebut sempat rusak parah akibat dilalui kendaraan selama masa penutupan jembatan.(RlsKominfo)
