Satujuang, Rejang Lebong- Rejang Lebong dilanda banjir dan longsor parah, menyebabkan ratusan keluarga terdampak serta kerusakan fasilitas umum.
Jalan lintas Curup–Lubuk Linggau tepatnya di Kelurahan Kesambe Baru, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, amblas sepanjang 30 meter, pada Minggu (21/12) sekitar pukul 17.30 WIB.
Amblasan terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang membuat kondisi tanah tidak stabil, dengan kedalaman diperkirakan mencapai 20–40 cm.
Kondisi ini mengganggu arus lalu lintas serta membahayakan pengendara yang melintas.
Kejadian ini bermula dari hujan deras yang meresap ke badan tanah, mengikis struktur jalan, dan memicu pergerakan material di bawah permukaan.
Diduga sistem drainase yang buruk turut mempercepat kejenuhan air di bawah konstruksi hingga membuat badan jalan runtuh ke bawah.
Kondisi ini juga berpotensi memicu kerusakan bangunan di sekitarnya.
Selain amblasan jalan, bencana banjir dan longsor juga melanda sejumlah titik di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, berdampak pada 182 kepala keluarga dan 2 rumah ibadah.
Pelaksana Harian BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah, menyatakan pemerintah daerah telah bergerak cepat melakukan penanganan awal, sementara proses pendataan masih berlangsung.
“Banjir, longsor, dan tanah retak melanda Kabupaten Rejang Lebong. Saat ini pendataan masih berjalan, dan pemerintah telah melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan,” jelas Khristian saat dikonfirmasi, Senin (22/12/25).
Terkait dampak banjir, beberapa kelurahan di Kecamatan Curup mencatatkan jumlah keluarga terdampak.
- Kelurahan Jalan Baru: 90 KK terdampak.
- Kelurahan Pasar Tengah: 18 KK terdampak dan satu masjid.
- Kelurahan Pasar Baru: tujuh KK terdampak.
Di Kecamatan Curup Tengah, banjir juga menerjang beberapa kelurahan.
- Kelurahan Kampung Jawa: 10 rumah terdampak.
- Kelurahan Sidorejo: sembilan rumah terdampak.
- Kelurahan Kepala Siring: 40 rumah terdampak.
- Kelurahan Talang Rimbo Baru: delapan rumah terdampak dan satu musala.
Selain itu, longsor juga dilaporkan terjadi di Kelurahan Air Bang, tepatnya di RT 13.
BPBD Provinsi Bengkulu memastikan pemantauan wilayah terdampak terus dilakukan.
Bantuan darurat juga telah disalurkan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan warga yang mengalami dampak langsung bencana. (Red)
