Satujuang- QRIS, atau Quick Response Code Indonesian Standard, adalah layanan transaksi nontunai yang diperkenalkan oleh Bank Indonesia dan kini telah digunakan oleh jutaan pengguna di seluruh Indonesia.
Dengan QRIS, pembeli dapat melakukan pembayaran dengan mudah hanya dengan melakukan scan kode QR di tempat penjual.
Namun, meskipun mempermudah transaksi, QRIS juga rentan terhadap berbagai modus penipuan yang dapat merugikan baik penjual maupun pembeli.
Salah satu modus yang sering terjadi adalah penggunaan bukti transfer QRIS palsu atau lama oleh pembeli untuk menipu penjual.
Penjual disarankan untuk selalu teliti dalam memeriksa setiap bukti transfer yang diterima, termasuk memeriksa nama rekening tujuan dan nominal transfer yang sesuai.
Selain itu, ada juga kasus penipuan dengan cara mengganti kode QR di tempat umum, seperti di gerai atau masjid, dengan QRIS palsu milik pelaku.
Hal ini dapat menyesatkan korban untuk melakukan transfer uang ke rekening yang tidak sah.
Oleh karena itu, sebelum melakukan transfer, penting untuk membaca dengan teliti nama pemilik QRIS yang ditampilkan.
Modus penipuan lainnya meliputi scamming, di mana pelaku berusaha mengelabui korban dengan mengaku sebagai pihak yang menawarkan hadiah atau keuntungan tertentu dengan syarat melakukan transfer uang melalui QRIS.
Untuk menghindari ini, pastikan untuk tidak melakukan transaksi QRIS dari sumber yang tidak jelas dan selalu periksa nama pemilik QRIS yang sesuai dengan transaksi yang dilakukan.
Selanjutnya, terdapat juga modus penipuan dengan mengganti rekening tujuan QRIS secara tidak sah, yang dapat membuat korban atau penjual tidak sadar bahwa mereka sedang ditipu.
Pastikan untuk selalu memverifikasi kembali rekening tujuan QRIS sebelum melakukan transfer.
Terakhir, modus penipuan yang perlu diwaspadai adalah phishing, di mana pelaku mencoba memperdaya korban dengan membuat situs web palsu.
Yang mana menyerupai situs resmi dari penyedia jasa pembayaran atau bank untuk mengumpulkan data pribadi atau bahkan melakukan transfer uang secara tidak sah.
Dengan memahami berbagai modus penipuan yang mungkin terjadi melalui QRIS ini, diharapkan pengguna dapat lebih waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk melindungi diri mereka dari kerugian finansial dan keamanan.(Red/idntimes)
