Presiden Prabowo Gebrak Meja di Sidang Umum PBB, Begini Respons Donald Trump

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto, tampil berpidato sambil menggebrak meja podium dihadapan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menegaskan dukungan kuat bagi proses perdamaian Palestina.

Pidato Presiden Prabowo yang penuh penekanan itu kemudian mendapat sorotan dan pujian dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam pertemuan multilateral yang digelar sehari berikutnya.

Pertemuan bertajuk Multilateral Meeting on the Middle East diadakan di Ruang Konsultasi Dewan Keamanan PBB pada Selasa (23/9/25), dengan kehadiran terbatas para pemimpin regional dan internasional yang dinilai berperan penting dalam upaya menyelesaikan konflik di Timur Tengah.

Selain Presiden AS dan Presiden Indonesia, hadir pula tokoh-tokoh seperti Emir Qatar Syekh Tamim ibn Hamad Al Thani, Raja Yordania Abdullah II, Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan, serta beberapa kepala pemerintahan dan menteri luar negeri negara-negara kawasan.

Dalam sambutannya, Donald Trump memuji penampilan Prabowo secara pribadi, termasuk gestur yang membuat kesan kuat selama pidato.

“Saya menonton pidato Anda, Itu luar biasa. Terima kasih banyak,” ujar Trump, sebelum menambahkan pujian atas gaya pidato Prabowo.

Pernyataan itu disambut dengan senyum oleh Prabowo dan mendapat reaksi hangat dari peserta pertemuan.

Trump membuka pertemuan dengan menegaskan pentingnya forum tersebut sebagai bagian dari upaya menghentikan perang di Gaza dan mempercepat pembebasan sandera.

“Pertemuan ini akan mempertemukan para pemimpin besar dari bagian dunia yang sangat penting. Kita ingin mengakhiri perang di Gaza,” katanya, sambil menegaskan tekadnya untuk mencari solusi cepat dan nyata.

Emir Qatar, Syekh Tamim, menyampaikan apresiasi atas inisiatif penyelenggaraan rapat tersebut dan menekankan tujuan bersama: mengakhiri konflik dan memulangkan sandera, sekaligus membuka jalan bagi pemulihan kehidupan di Gaza.

“Satu-satunya alasan kita berada di sini adalah untuk menghentikan perang dan membawa pulang para sandera,” ujar Syekh Tamim.

Pertemuan ini dipandang sebagai langkah diplomasi penting yang diharapkan menghasilkan komitmen konkrit terkait penghentian langkah militer, pembebasan sandera, serta dukungan bagi rekonstruksi pasca-konflik di Gaza.

Di antara topik yang dibahas adalah rencana pembangunan kembali Gaza setelah tercapainya perdamaian.

Menanggapi perkembangan tersebut, Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi, termasuk melalui opsi pengiriman pasukan perdamaian yang dapat membantu menstabilkan situasi dan membuka ruang bagi rehabilitasi sosial-ekonomi di wilayah terdampak.

Pernyataan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang bersedia mengambil peran aktif dalam upaya pemulihan dan stabilitas regional.

Pertemuan multilateral di New York itu menjadi salah satu momen diplomatik yang diharapkan memperkuat koordinasi internasional dalam mengatasi krisis kemanusiaan dan mencari jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan di Timur Tengah. (AHK)