Satujuang, Jawa Barat- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengajak untuk menilai secara objektif apakah demo-demo yang belakangan terjadi adalah murni atau ada yang bayar.
Hal ini sampaikan Presiden Prabowo saat menanggapi pertanyaan dari Pimpinan Redaksi (Pimred) IDNtimes, Uni Zulfiani Lubis, dalam pertemuan 7 jurnalis dari 7 media berbeda di Hambalang, Jawa Barat pada Minggu (6/4/25).
Uni Lubis meminta sikap dari presiden atas tindakan aparat yang dinilai masih abusive saat pengamanan aksi termasuk saat demo pembahasan rancangan undang-undang TNI kemarin.
“Masalah demo adalah biasa dalam negara sebesar kita, kan kita sudah sepakat berdemokrasi,” ujar Prabowo.
Orang berdemo, terang Prabowo, telah dijamin oleh undang-undang untuk berkumpul, berserikat dan sebagainya. Jadi menurutnya, aksi demo adalah hal biasa.
Terkait adanya abusive dari aparat pengamanan, Prabowo dengan tegas mengatakan harus ada investigasi dan di proses secara hukum jika terbukti.
“Tapi mbak Uni harus tahu, coba perhatikan secara objektif ya dan jujur ya apakah demo-demo itu murni atau ada yang bayar?,” tanya Prabowo.
Presiden mengajak menilai secara objektif terkait beberapa aksi demo yang belakangan terjadi, seperti demo melawan efisiensi anggaran, termasuk adanya tudingan telah dilakukan pengurangan dana pendidikan yang muncul saat aksi berlangsung.
Jadi, lanjut Prabowo, harus melihat dengan objektif melihat dengan kacamata orang dewasa disamping tetap menghormati hak untuk berdemo.
“Asal demonya damai tidak mau menyulut kerusuhan. Nah kalau bakar-bakar ban itu bukan damai,” imbuhnya.
Selain itu, dalam pengelolaan negara ia mengajak untuk selalu waspada dari kelompok-kelompok atau kekuatan kekuatan asing yang ingin melakukan adu domba.
Diungkapkan olehnya, presiden Amerika, Trump bahkan sampai membubarkan USAID, karena telah terungkap data-data mereka yang membiayai banyak LSM untuk kepentingan tertentu selama ini.
Data-data tersebut bahkan sudah terbuka lebar menjadi public knowledge saat ini.
“Jadi saya mengajak kita berpikir dengan jernih. Demo itu hak, tapi kalau demo dibuat untuk menimbulkan kekacauan dan kerusuhan ini menurut saya adalah melawan kepentingan nasional dan melawan kepentingan rakyat,” pungkasnya.
