Satujuang, Seluma- Menindaklanjuti viralnya video penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite Rp 80 ribu di wilayah Kabupaten Seluma, Polres Seluma langsung melakukan penyelidikan.
Minggu (25/5), Piket Pawas bersama Reskrim dan personel Polsek Seluma Timur melakukan pendataan dan penyelidikan ke sejumlah warung yang menjual BBM eceran di wilayah hukum Polres Seluma.
Sekitar pukul 16.00 WIB, mereka mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai adanya warung di Kelurahan Talang Dantuk Kecamatan Seluma yang menjual Pertalite dengan harga Rp35.000 – Rp40.000 per liter.
“Minyak tersebut diperoleh dari seorang pria tak dikenal yang menawarkan dan mengantarkan langsung BBM Pertalite sebanyak 10 – 30 liter dengan harga Rp20 ribu per liter ke warung milik Robidianto (21), buruh harian yang beralamat di Desa Lubuk Lagan Kecamatan Seluma Barat,” ungkap Kapolres Seluma AKBP Bonar Ricardo P Pakpahan melalui Kasatreskrim Iptu Prengki Sirait, Selasa (27/5/25).
Robidianto langsung dibawa ke Polsek Seluma Timur untuk dilakukan klarifikasi.
Dalam pemeriksaan, ia membenarkan bahwa video viral yang menunjukkan harga Rp80.000 per liter adalah benar adanya, namun yang melayani dan menyebutkan harga tersebut adalah Minan, keluarga Robidianto yang saat ini belum ditemukan.
Saat petugas tiba di warung, Minan diduga melarikan diri ke belakang warung dan belum berhasil ditemukan hingga saat ini.
“Sebagai bentuk itikad baik dan untuk mencegah hal serupa terulang, Robidianto telah membuat surat pernyataan resmi yang berisi komitmen untuk tidak menjual BBM eceran dengan harga di atas standar harga yang berlaku,” lanjutnya.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat untuk tetap melapor jika menemukan praktik penjualan BBM di atas HET agar segera ditindaklanjuti guna menjaga stabilitas harga dan ketertiban di wilayah Kabupaten Seluma. (Red)
