Satujuang, Bengkulu- Polda Bengkulu mendalami prosedur penggunaan senjata api karyawan PT ABS dalam bentrokan maut yang melukai enam orang di Bengkulu Selatan.
Insiden penembakan ini terjadi antara karyawan PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) dan warga yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Pino Raya (FMPR), Senin (24/11) kemarin.
Bentrokan tersebut berlangsung di area blok E6 Kebun PT ABS, Desa Pino Raya, dan mengakibatkan satu karyawan serta lima warga mengalami luka serius.
Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, melalui Kabid Humas Polda Bengkulu Andy Pramudya Wardana menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat sekitar sepuluh karyawan PT ABS sedang membuka akses jalan menggunakan bulldozer.
Saat istirahat, mereka didatangi sekitar 40 warga yang menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk penghentian pembuatan jalan, mematikan mesin alat berat, serta pembuatan surat pernyataan.
Surat tersebut tidak dapat dibuat karena tidak tersedia alat tulis di lokasi.
“Dalam situasi itu, karyawan PT ABS atas nama RK melakukan penembakan terhadap warga, sehingga ada beberapa korban,” ungkap Andy.
Korban meliputi satu karyawan PT ABS berinisial AH (39) yang mengalami luka tusuk di dagu dan lima luka tusuk di punggung, serta lima warga yang mengalami luka tembak.
Para korban kini dirawat di RSUD Bengkulu Selatan.
Polisi telah mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senjata api jenis revolver SNW dan lima selongsong peluru.
Sementara itu, barang bukti lain berupa pisau atau parang masih dalam pencarian.
“Untuk senjata api yang digunakan oleh saudara RK maupun alat bukti lainnya, sementara masih dalam proses pendalaman oleh penyidik dari Polres Bengkulu Selatan,” jelas Andy.
Terkait pertanyaan mengenai apakah penggunaan senjata api sudah sesuai prosedur, Andy menegaskan hal tersebut masih dalam pemeriksaan.
“Ini masih dalam proses pendalaman oleh penyidik Satreskrim Polres Bengkulu Selatan,” katanya.
Andy menambahkan bahwa yang bersangkutan belum bisa diminta keterangan karena masih dalam perawatan.
Polisi juga masih mengumpulkan informasi terkait klaim adanya ancaman terhadap karyawan sebelum penembakan terjadi.
“Sementara ini masih kita dalami sampai sejauh mana konflik yang terjadi di lapangan,” tambah Andy.
Informasi yang didapat polisi adanya beberapa tuntutan dari masyarakat terkait pengerjaan jalan yang dilakukan karyawan PT ABS.
Hingga kini, penyidik terus melakukan pendalaman atas kronologi lengkap, motif, dan prosedur penggunaan senjata api dalam peristiwa yang menyebabkan lima warga terluka tembak tersebut. (Red)
