Satujuang, Kota Bengkulu- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Bengkulu menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aksi Live Daster di Area Masjid yang dinilai melanggar norma dan kesusilaan.
Laporan tersebut menyebutkan seorang laki-laki tampil menyerupai perempuan dengan mengenakan daster saat siaran langsung di media sosial.
Pelaku diduga melakukan aksi tidak pantas dengan membuka pakaian demi mendapatkan perhatian serta ‘gift’ dari penonton.
Aksi tersebut dilakukan di sisi Berendo, kawasan Masjid At Taqwa Bengkulu, pada dini hari beberapa waktu lalu.
Setelah penelusuran, petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bengkulu berhasil menemukan sosok tersebut pada Rabu (25/3/26) sekitar pukul 02.25 WIB dini hari.
Penemuan dilakukan di kawasan Belungguk Point, mengidentifikasi pria tersebut berinisial HP.
Berdasarkan data KTP, HP merupakan warga Desa Talang Rendah, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara.
Kepala Satpol PP Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti setiap aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dan meresahkan masyarakat.
“Kami tidak melarang kreativitas dalam bermedia sosial, namun etika dan perilaku harus tetap dikedepankan,” ujar Kepala Satpol PP Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang.
Sahat menekankan pentingnya etika, terutama jika aksi dilakukan di tempat yang tidak sepatutnya dan berpotensi menimbulkan keresahan warga.
Ia juga menyoroti tindakan demi mendapatkan ‘gift’ dari penonton sebagai bentuk penyalahgunaan media sosial yang tidak sesuai norma, terlebih di area tempat ibadah.
Saat ini, Satpol PP Kota Bengkulu masih melakukan pendataan dan pembinaan terhadap HP, serta mengimbau masyarakat untuk menjaga etika dan ketertiban di ruang digital. (Red/BT)
