Peringati Hari Jadi Blitar ke 701: Disnaker Kab Blitar Gelar Baksos di Pondok Pesantren Roudlotul Mutaalimin

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Blitar – Dalam rangka Peringatan Hari Jadi Blitar ke 701 Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar melalui Bidang Pelatihan Kerja Produktivitas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Lattastrans) tunjukan langkah strategisnya yaitu melaksanakan kegiatan Bakti Sosial di pondok pesantren roudlotul mutaalimin Minggirsari Kanigoro kabupaten Blitar, melalui sumber Dana Anggaran DBHCHT Cukai tahun 2025, Selasa (5/8)

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pelatihan Kerja, Produktivitas Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Latprotrans), Latip Usman saat ditemui reporter Satujuang.com diruang kerjanya, Rabu (6/8/25).

“Bakti Sosial kali ini berupa Potong Rambut Gratis oleh para Barber peserta pelatihan hair styling cutting, potong rambut gratis kepada para santri di Pondok Pesantren Roudlotul Muta’alimin,” kata Latif pada awak media.

Lebih lanjut Latif mengucapkan Syukur Alhamdulliah sudah terlaksana dan diikuti oleh 23 Barbershop peserta kegiatan pelatihan Barbershop Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar.

“Peserta yang ikut dalam program potong rambut sekitar 100 santri Pondok Pesantren Rodhoatul Mutaalimin minggirsari kanigoro,” jelasnya.

Menurut Latif, lokasi pembelajaran dari kegiatan pelatihan Barbershop Disnaker ada di Kanigoro tentu pertimbangan akses lokasi yang lebih dekat.

“Tentu pertimbangan kita lokasi pembelajaran dari kegiatan pelatihan Barbershop kita mencari lokasi yang dekat juga,” ujarnya.

Dikatakannya, saat ini juga periode kenaikan kelas, sebentar lagi santri akan memasuki waktu kunjung keluarga, harapannya setelah dilaksanakan kegiatan potong rambut di Pondok Pesantren Rodhoatul Mutaalimin,”agar siswa terlihat rapi dan keren didepan orang tuanya yang minggu depan dijadwalkan berkunjung menjenguk putra putra nya,” tandasnya.

Latif mengimbau kepada para peserta program pelatihan Barbershop dapat meningkatkan keahlian melalui berbagai Kegiatan kegiatan yang utamanya kegiatan sosial dalam rangka meningkatkan jam pengalaman dari peserta pelatihan Barbershop dengan kegiatan bakti sosial jam keterampilan.

“Karena hari ini berdasarkan reset nya itu orang dikatakan ahli ketika sudah melampaui 4000 atau 5000 pengalaman,” pungkasnya. (Herlina)