Pemprov Bengkulu Minta PT Bio Bengkulu Tengah Tebang Sawit Mereka

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bengkulu Tengah- Pemerintah Provinsi Bengkulu meminta PT Bio Bengkulu Tengah untuk menebang tanaman kelapa sawit di bantaran sungai sebagai komitmen menjadikan wilayah konservasi hutan.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan permintaan tersebut saat memimpin gerakan penanaman puluhan ribu bibit pohon di bantaran Sungai Lemau, Kabupaten Bengkulu Tengah, Selasa (30/12/25) kemarin.

Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Gubernur Bengkulu Mian, Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Gubernur Helmi Hasan menegaskan, area bantaran sungai hingga radius 50 meter ke arah jalan tidak boleh lagi ditanami kelapa sawit.

Menurutnya, kawasan tersebut harus dikembalikan pada fungsi ekologis dengan tanaman yang ramah lingkungan.

“Kita sudah sepakati, bantaran sungai sampai 50 meter tidak boleh ditanami sawit, yang dianjurkan justru tanaman seperti bambu. Alhamdulillah, PT Bio Bengkulu Tengah menyetujui dan siap menindaklanjuti,” kata Helmi Hasan.

Selain permintaan untuk menebang sawit, Pemprov Bengkulu juga menggelar penanaman sebanyak 49.280 bibit pohon secara serentak.

Gerakan ini menjadi simbol keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong Bengkulu sebagai wilayah konservasi hutan.

Helmi Hasan menambahkan, komitmen konservasi tidak hanya dibebankan kepada pemerintah dan perusahaan, tetapi juga melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Ia membuka ruang partisipasi publik untuk mengawasi kawasan hutan dan daerah aliran sungai.

“Kalau ada masyarakat, mahasiswa, atau LSM yang menemukan sawit di kawasan sungai atau hutan, silakan laporkan. Bisa langsung ke media sosial resmi saya, ini gerakan bersama,” tegasnya.

Gubernur Helmi Hasan juga meminta Wakil Gubernur Bengkulu untuk secara rutin turun ke lapangan guna memastikan tidak ada kawasan bantaran sungai yang luput dari penataan dan reklamasi.

Sementara itu, Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto menyatakan pihaknya siap mendukung penuh kebijakan Pemprov Bengkulu tersebut.

Pemerintah kabupaten, kata dia, akan melakukan pengawasan berkala agar penanaman pohon dan penertiban sawit berjalan sesuai rencana.

“Kami akan pastikan pengawasan di lapangan terus dilakukan, sehingga bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan fungsi lingkungan benar-benar pulih,” pungkas Rachmat. (RlsKominfo)