Juga disebutkan, pihak KPU sudah mengajukan untuk menjalankan sistem pemilihan offline dalam Pemira ini, namun ditolak oleh Wakil Dekan Kemahasiswaan.
“Maaf telat ngabarin. Jadi kemarin kami (KPU) sudah memasukkan surat izin Pemira offline ke WD3 (Wakil Dekan Kemahasiswaan, red) dan ditolak. Dari WD3 mengatakan Pemira akan dilaksanakan secara online, jadi kami KPU sepakat untuk melaksanakan Pemira FT secara online. Mohon bantuan dan kerjasamanya,” ujar anggota KPU kepada Tim Sukses masing-masing Pasangan Calon.
Keputusan yang secara tiba-tiba ditetapkan oleh KPU FT dinilai sebagai tindakan inkonsistensi oleh salah satu Pasangan Calon.
“KPU FT ingkar lagi! H-1 pelaksaan Pemira diundur,” ujar Putra Rio dalam unggahan di akun Whatsappnya.
Sementara Krisna Ghandi, selaku Ketua Tim pemenangan PUMA menyampaikan kekecewaan atas keputusan yang diambil KPU.
“Padahal sudah H-1, bisa-bisanya mengganti jadwal seenaknya,” ujar Krisna.
