Satujuang.com – Wawali Dedy Wahyudi didampingi Asisten II, Saipul Apandi, mendatangi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), Kamis (7/10/21) pagi.
Kedatangan Wawali untuk rapat dengan Kadis Perindag Bujang HR dan jajaran serta perwakilan OPD terkait dalam upaya menata pasar di Kota Bengkulu, salah satunya pasar Panorama.
Seperti diketahui bersama, para pedagang diseputaran pasar Panorama saat ini sudah banyak yang berjualan di bahu jalan dan menganggu lalu lintas.
“Atas perintah Wali Kota dan kesepakatan, kita mulai menata pasar tapi jangan sampai gaduh. Insyaallah senin atau selasa depan kita akan membujuk atau mengajak mereka untuk tak berjualan dibahu jalan dan diperkenankan pindah ke dalam,” ungkap Dedy.
“Tim yang diturunkan juga punya pengalaman di tempat tugas sebelumnya, seperti pak Saipul yang dulu Kasatpol PP, pak Bujang yang dulunya Asisten I yang sering juga memantau perkembangan di pasar,” tambahnya.
Untuk menghindari gaduh, Dedy meminta pengertian para pedagang, karena hal yang dilakukannya sudah meresahkan para pengguna jalan.
“Para pedagang mohon pengertiannya, kami menyadari bahwa bapak ibu mencari rezeki, tapi tolong jangan menganggu pengguna jalan. Tolong saling pengertian agar tak ada yang tersakiti,” kata Dedy.
“Saya juga berpesan untuk para petugas tetap dengan cara humanis agar tak gaduh, insya allah bila kita gunakan hati semuanya akan berjalan lancar,” tuturnya.
Sementara itu, Kadis Perindag Bujang HR mengatakan akan melibatkan beberapa pihak dalam penertiban nantinya.
“Kita akan bertemu dengan mereka (para pedagang), nanti kita lakukan penertiban secara humanis sesuai dengan keinginan pak wali-wawali,” sampai Bujang.
“Nanti kita juga melibatkan Satpol, Perhubungan, PUPR dan lainnya, dan apabila tingkat sudah besar kemungkinan kita akan melibatkan TNI-Polri,” jelasnya.
Salah seorang pengguna jalan, Yanto, sangat mendukung langkah yang akan dilakukan pihak pemerintah kota Bengkulu.
“Kalau bisa benar-benar dirapikan dan diawasi, jangan sampai rapi hanya sehari dua hari saja nantinya, soalnya kita pengguna jalan terganggu dengan aktivitas jualan dibahu jalan itu,” pinta yanto. (Red)
