Mutasi Jabatan Kejati Bengkulu, Kinerja Penegakan Hukum Makin Diperkuat

Satujuang, Bengkulu- Kejaksaan Agung Republik Indonesia kembali melakukan mutasi jabatan dan rotasi di lingkungan Korps Adhyaksa. Pergantian ini menyasar pejabat Kejaksaan Tinggi Bengkulu dan Kejaksaan Negeri di wilayah hukumnya, berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung terbaru.

“Untuk Kajari yang baru, nantinya segala sesuatu agar diselesaikan. Dan tidak boleh ada kasus yang mengambang,” tegas Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu Victor Antonius Saragih Sidabutar, Senin (27/10/25).

Victor juga menyampaikan amanat agar para pejabat baru dapat memberikan kepercayaan masyarakat. Kehadiran mereka diharapkan menunjang kinerja Kejaksaan secara keseluruhan.

Lebih lanjut, Kajati Bengkulu mengatakan bahwa rotasi ini adalah langkah strategis Kejaksaan Agung. Tujuannya memperkuat soliditas lembaga serta mempercepat capaian target penegakan hukum.

Pergantian ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi dan memperluas pengalaman tugas para jaksa.

Rotasi ini juga diharapkan menciptakan penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan humanis.

Beberapa nama penting mengalami pergeseran jabatan di Kejati Bengkulu. Dr Muslikhuddin, yang sebelumnya Wakil Kepala Kejati Papua Barat, kini menjabat Wakajati Bengkulu.

Posisi Asisten Pembinaan Kejati Bengkulu kini diisi oleh Ariana Juliastuty, sebelumnya Kepala Kejaksaan Negeri Dharmasraya. Sementara itu, I Wayan Sumertayasa, yang semula Asisten Pembinaan, beralih ke Kejaksaan Agung RI.

Muib, eks Kajari Pemalang, dipercaya sebagai Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Bengkulu. Hendra Syarbaini, mantan Kajari Lampung Utara, menempati posisi Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Bengkulu.

Jabatan Asisten Pemulihan Aset Kejati Bengkulu diemban oleh Rizal Edison, sebelumnya Kajari Lamongan. Kemudian, Evans Emanuel Sinulingga dipromosikan sebagai Koordinator pada Kejati Bengkulu.

Di jajaran Kejaksaan Negeri, Yusmanelly dari Kajari Mukomuko kini dipindahkan menjadi Kajari Merangin. Posisinya digantikan oleh Yustina Engelin Kalangit, mantan Koordinator Kejati Jawa Timur.

Ristu Darmawan, Kajari Bengkulu Utara, bergeser menjadi Kajari Lumajang. Nurmalina Hadjar, eks Koordinator Kejati Lampung, kini mengisi posisi Kajari Bengkulu Utara.

Fransisco Tarigan, mantan Kajari Rejang Lebong, menjabat Kajari Batubara. Penggantinya adalah Kiki Yonata dari Kejati Sulawesi Tengah.

Dr Firman Halawa dari Kajari Bengkulu Tengah ditugaskan sebagai Kajari Gunung Sitoli. Posisinya digantikan oleh Sri Murni dari Kejati DKI Jakarta.

Terakhir, Chandra Kirana, sebelumnya Koordinator Kejati Bengkulu, diangkat sebagai Kajari Bengkulu Selatan. (Red)