Bengkulu – Keluarga Besar Alumni Gajah Mada (KAGAMA) Bengkulu menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di gedung GTC Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Minggu (22/5/22).
Musda yang mengusung tagline “Guyub Rukun Magunani” ini dihadiri oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang juga merupakan ketua pengurus daerah (Pengda) KAGAMA Provinsi Bengkulu serta ketua cabang kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu.
Setelah melaksanakan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPj) kepengurusan KAGAMA sebelumnya dan diterima oleh peserta Musda, kegiatan dilanjutkan dengan pemilihan ketua Pengda Provinsi Bengkulu yang baru.
Dalam pemilihan tersebut secara aklamasi, Gubernur Rohidin Mersyah kembali terpilih untuk memimpin KAGAMA Bengkulu periode selanjutnya.
Hal ini ditegaskan oleh Presidium sidang yang membacakan keputusan dari seluruh Ketua Cabang Kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu.
“Baiklah, berdasarkan mekanisme pemilihan ketua di pasal 5 AD/ART KAGAMA, kita sudah memiliki satu calon yang di calonkan oleh setiap cabang. Secara langsung jika sudah memiliki calon, maka calon tersebut dapat langsung ditetapkan secara aklamasi”, ujar presidium.
Disela kegiatan tersebut Gubernur Rohidin Mersyah saat diwawancara menerangkan kepada Satujuang.com bahwa, KAGAMA merupakan wadah yang efektif untuk para alumni UGM.
“KAGAMA ini menjadi wadah yang sangat efektif di indonesia maupun di luar negeri bagi seluruh keluarga alumni Universitas Gajah Mada,” sampai Rohidin.
Rohidin juga menjelaskan, tagline yang diusung KAGAMA yaitu “Guyub Rukun Megunani” sangatlah kuat artinya.
“Megunani itu artinya penuh kemanfaatan itu yang menjadi tageline dari alumni UGM, dimanapun berada harus betul-betul bisa memberikan kemanfaatan dan rasa guyub rukun, kebersamaannya harus di bangun terus,” jelas Rohidin.
Terkait program KAGAMA kedepan, dirinya mengatakan bahwa KAGAMA Bengkulu memang sudah ada program kegiatan yang tersusun dan telah dilaksanakan dari dulu.
“Kita dari dulu memang sudah ada kegiatan yang sifatnya kemanusiaan dan sosial, ada juga kegiatan-kegiatan dalam bentuk akademik, seperti seminar dan sebagainya,” pungkas Rohidin. (bks)
