Mobil Dinas Parkir di Depan Warung Remang-remang Saat Malam Takbiran, Pejabat: Lagi Pembinaan Pedagang

Perkiraan Waktu Baca: 3 menit

Satujuang, Bengkulu- Peristiwa mobil dinas parkir di depan warung remang-remang di Kota Bengkulu menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial.

Kejadian ini terungkap sesaat setelah kegiatan takbiran malam Idul Fitri 1447 Hijriah yang diselenggarakan meriah oleh Pemerintah Kota Bengkulu.

Asisten II Pemerintah Kota Bengkulu, Sehmi, menjadi pusat perhatian setelah kendaraannya ditemukan di lokasi tersebut.

Mobil dinas tersebut dilaporkan terparkir di depan sebuah warung remang-remang yang berlokasi di depan Hotel Sinar Biokas kawasan pantai panjang kota Bengkulu.

Peristiwa ini memicu pertanyaan publik mengenai penggunaan kendaraan dinas yang seharusnya untuk kepentingan kedinasan.

Sorotan semakin tajam mengingat Pemkot Bengkulu gencar melakukan sweeping penertiban membasmi penyakit masyarakat (pekat) selama bulan Ramadan.

Menanggapi hal tersebut, seperti dilansir dari BengkuluEksprses.com, Asisten II Sehmi memberikan klarifikasi bahwa keberadaannya di lokasi merupakan bagian dari tugas resmi.

Sehmi menjelaskan, sebagai Asisten II yang membidangi perekonomian dan pembangunan, ia bertanggung jawab melakukan pembinaan pedagang.

Pembinaan tersebut khususnya ditujukan kepada para pedagang di kawasan wisata Pantai Panjang.

“Memang benar kendaraan dinas itu berada di lokasi,” aku Sehmi, Sabtu (21/3/26).

Ia menambahkan bahwa kehadirannya usai takbiran adalah dalam rangka menjalankan tugas pembinaan pedagang di Pantai Panjang, bukan kegiatan di luar kedinasan.

Dalam pelaksanaan tugas tersebut, ia juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pedagang binaan Pemerintah Kota Bengkulu.

Koordinasi ini bertujuan untuk mendapatkan informasi langsung terkait kondisi di lapangan.

“Saya bertemu dengan pedagang binaan Pemkot untuk menggali informasi,” jelas Sehmi.

Ia menekankan pentingnya hal tersebut untuk mengetahui situasi sebenarnya, terutama menjelang meningkatnya aktivitas wisata saat libur Lebaran.

Selain itu, Sehmi menegaskan dirinya merupakan bagian dari tim penertiban pedagang yang bertugas mengawasi dan menindak penjualan minuman keras atau barang terlarang.

“Kami juga melakukan pengawasan terhadap pedagang, termasuk penertiban jika ditemukan ada yang menjual minuman keras atau barang yang dilarang lainnya,” tegas Sehmi.

Lebih lanjut, Sehmi menyayangkan sejumlah pemberitaan media yang dinilainya tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu.

Ia menilai pemberitaan tersebut cenderung menggiring opini negatif dan memicu reaksi beragam di media sosial, mencoreng nama baiknya serta Pemkot Bengkulu.

“Seharusnya dilakukan konfirmasi agar informasi yang disampaikan berimbang,” tegas Sehmi.

Ia berharap tidak terbentuk persepsi yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Ia juga berharap media dapat mengedepankan prinsip jurnalistik yang profesional dan berimbang agar informasi yang diterima masyarakat akurat.

Pemerintah Kota Bengkulu sendiri saat ini tengah meningkatkan pengawasan dan penataan kawasan Pantai Panjang demi kenyamanan wisatawan selama libur Lebaran.

Namun, klaim kegiatan tersebut tidak disertakan dengan foto laporan kegiatan, yang biasa dilakukan pejabat Pemkot selama kepemimpinan Dedy-Ronny.

Tidak adanya foto laporan ini semakin menguatkan spekulasi masyarakat bahwa dugaan miring yang ditujukan benar adanya.

Selain itu, terasa janggal ketika aksi tersebut dilakukan sendiri tanpa dibarengi dengan pihak lain seperti Satpol PP yang selama ini dikenal aktif melakukan pemeriksaan ke sejumlah lokasi.

Ditambah lagi kegiatan tersebut dilakukan saat libur hari Nyepi serta pada malam hari di luar jam dinas normalnya seorang pejabat. (Red)