Satujuang, Bengkulu- Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) resmi dideklarasikan di Hotel Mercure Kota Bengkulu sebagai wadah kolaborasi media siber, jurnalis, dan konten kreator, Kamis (12/2/26).
Organisasi ini hadir sebagai wadah kolaborasi baru yang menghimpun media siber, jurnalis profesional, hingga konten kreator di Provinsi Bengkulu.
AMJ tercatat memiliki kekuatan jejaring besar. Organisasi ini menaungi lebih dari 105 media online, ratusan jurnalis, serta puluhan konten kreator dan influencer.
Total anggota yang tergabung saat ini mencapai lebih dari 500 orang yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu.
Ketua AMJ periode pertama, WIBowo Susilo SE, mengungkapkan pembentukan organisasi ini merupakan kebutuhan mendesak di tengah pesatnya transformasi digital.
Menurutnya, media siber dan media sosial kini sudah berada dalam satu ekosistem yang tidak bisa dipisahkan.
Ia menilai media, jurnalis, dan konten kreator kini berada dalam satu ekosistem yang tidak terpisahkan, di mana informasi bergerak sangat cepat.
“AMJ ingin menjadi ruang temu, tempat kita saling menguatkan tanpa meninggalkan etika dan tanggung jawab,” ujar WIBowo.
Founder BengkuluToday tersebut juga menekankan bahwa meski kecepatan menjadi ciri khas era digital, integritas tetap menjadi prioritas utama organisasi.
“Kecepatan itu penting, tapi kepercayaan jauh lebih penting,” tegasnya.
Ia menambahkan, di tengah banjir konten dan algoritma instan, publik membutuhkan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan serta tidak menyesatkan.
Acara deklarasi berlangsung meriah dengan kiriman ratusan papan bunga. Serta diisi dengan pembagian santunan kepada 50 anak yatim piatu.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, perwakilan Gubernur Bengkulu, dan jajaran Forkopimda.
Turut hadir perwakilan Korem, Polda, Kejaksaan, serta ratusan insan pers.
Kehadiran banyak pihak ini menunjukkan bentuk dukungan kolaboratif antara jurnalis, konten kreator dengan pemerintah daerah serta jajaran Aparat Penegak Hukum (APH).
Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, yang juga merupakan tokoh dengan latar belakang wartawan senior, memberikan apresiasi atas terbentuknya AMJ.
Ia menilai langkah AMJ merangkul konten kreator adalah keputusan yang adaptif terhadap teknologi.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyudi mengingatkan pentingnya menjaga marwah jurnalisme di tengah kebebasan berekspresi.
Ia berpesan kepada seluruh anggota AMJ untuk konsisten menyajikan berita sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan bekerja profesional.
Sebab, kecepatan harus diimbangi akurasi dan etika.
“Akurasi dan etika sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik,” ujar Wahyudi dalam sambutannya.
AMJ kini berkomitmen menjadi simpul kolaborasi antara insan pers, pemerintah, dan aparat penegak hukum.
Tujuannya adalah membangun ekosistem informasi yang sehat, akurat, dan berdaya saing, khususnya di Bumi Raflesia. (Red)
