Mengatasi Overthinking, Kunci Menemukan Ketenangan dalam Kewalian Allah

Perkiraan Waktu Baca: 1 menit

Satujuang- Manusia sering kali terjebak dalam rasa khawatir, sedih, dan ketakutan tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Fenomena ini, yang dikenal sebagai overthinking, dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental. Namun, ada segelintir orang yang hidup tanpa rasa takut atau khawatir, yang dikenal sebagai Wali Allah.

Dalam QS. Yunus ayat 62, Allah SWT menegaskan bahwa wali-wali-Nya tidak akan merasakan ketakutan atau kesedihan. Mereka adalah hamba-hamba yang dicintai dan dipilih oleh Allah.

Ustadzah Halimah Alaydrus menegaskan bahwa kondisi ini bukanlah karena hidup mereka selalu menyenangkan, melainkan karena mereka senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dan yakin bahwa Dia adalah sebaik-baiknya penjaga.

Untuk menjadi Wali Allah, ada syarat yang harus dipenuhi. KH. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menyatakan bahwa pola pikir seseorang harus sejalan dengan syariat yang ditetapkan Rasulullah SAW.

Dalam kitab Hidayatul Azkiya, dijelaskan bahwa jalan menuju kewalian terbagi menjadi tiga tahapan: syariat, tarekat, dan hakikat.

Syariat berfungsi sebagai perahu, tarekat sebagai lautan, dan hakikat sebagai mutiara yang ditemukan di dalamnya.

Dengan demikian, untuk mencapai derajat Wali Allah, seseorang harus berpegang teguh pada syariat, melanjutkan dengan tarekat, dan mendalami hakikat kehambaan kepada Allah SWT.

Ini menunjukkan bahwa jalan menuju kedekatan dengan Allah memerlukan usaha dan komitmen yang serius.(Red/liputan6)