Satujuang, Lebong-Dengan semangat melestarikan warisan budaya leluhur, Pemerintah Desa Mangkurajo, Kecamatan Lebong Selatan berkomitmen untuk mengembangkan dan mempromosikan kesenian Kuda Kepang sebagai salah satu ikon budaya desa yang kaya akan nilai sejarah dan spiritual.
Seni budaya Kuda Kepang dengan nama Sido Budoyo yang ada di desa Mangkurajo ini diketuai oleh Jaka Irawan atau yang akrab di sapa Wawan.
Kelompok kesenian ini dibentuk pada 1 Muharram 1446 H atau Jumat 27 Juni 2024 dan kini telah berusia satu tahun pada 1 Muharram 1147 H atau 27/6/ 2025 kemaren.
“Tanggal 1 Muharram 1447 kemaren umur kesenian kuda kepang Sido Budoyo genap satu tahun, jadi hari ini kita tampilkan agar masyarakat bisa terhibur,” Ujar Wawan kepada media ini, Senin (30/6/25).
Dia menambahkan, bahwa Kuda Kepang bukan hanya sekadar tarian tradisional, tetapi juga memiliki nilai-nilai spiritual dan historis yang tinggi.
“Kita harus terus melestarikan dan mengembangkan Kuda Kepang agar tidak hilang ditelan zaman,” katanya.
Kuda Kepang sendiri merupakan tarian tradisional yang berasal dari Jawa, dan telah menjadi primadona di Kabupaten Lebong, serta sering mengisi di acara pernikahan yang ada di Kabupaten Lebong.
“Dengan usia satu tahun, kelompok kesenian Kuda Kepang Sido Budoyo diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi salah satu ikon budaya Desa Mangkurajo, bagi yang minat ingin menggunakan seni budaya Kuda Kepang Sido Budoyo,bisa datang ke Desa Mangkurajo,” Tutup Wawan.
Kepala Desa Mangkurajo, Irwan Ansori S.Pd menyatakan, bahwa pelestarian Kuda Kepang sangat penting untuk menjaga identitas budaya masyarakat Desa Mangkurajo.
“Kita harus melestarikan budaya kita, terutama Kuda Kepang yang sudah melekat di desa kami, kami siap mendukung kegiatan masyarakat asal itu bentuknya positif,” Singkat Kades.
