Kerap Bertemu, Jokowi dan Prabowo Diindikasi Ada Kepentingan

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Jakarta – Kerap bertemu, Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto diindikasikan ada kepentingan.

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam berpandangan mengindikasikan ada pertalian kepentingan di antara mereka.

Umam menduga, pertemuan kedua tokoh tersebut erat kaitannya dengan dinamika politik, bukan soal tugas-tugas Prabowo sebagai menteri.

“Besar kemungkinan Jokowi-Prabowo mendiskusikan tentang dinamika politik praktis jelang Pemilu 2024 mendatang,” ujar Umam, Selasa (27/6/23).

Sebab, menurut Umam, tidak ada isu di sektor pertahanan yang terbilang urgen akhir-akhir ini sehingga Jokowi mesti memanggil Prabowo hingga 3 kali untuk bertemu di Istana.

“Kecuali kontroversi proposal perdamaian Ukraina dan juga agenda operasi pembebasan pilot Susi Air yang berkewarganegaraan New Zealand,” imbuh Umam.

Ia berpandangan, Jokowi dan Prabowo memiliki sejumlah agenda strategis, yakni meng-update hasil komunikasi politik terkini serta membaca peta kekuatan untuk meminimalisasi potensi rusaknya soliditas koalisi.

Umam melanjutkan, intensifnya pertemuan ini menguntungkan Prabowo untuk meningkatkan persepsi kedekatannya dengan Jokowi demi meraup basis pemilih loyal Jokowi.

“Intensitas pertemuan Jokowi-Prabowo ini juga menjadi “sinyal ancaman” bagi koalisi PDI-P yang mengusung Ganjar, di mana meskipun Jokowi diklaim sebagai petugas partai PDI-P, tetapi sebagian besar infrastruktur dan mesin politik pendukungnya masih berada di lingkaran Prabowo,” terang Umam.

Diberitakan sebelumnya, Prabowo bertemu empat mata dengan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/6) sore kemarin.

Dengan pertemuan kemarin, Jokowi dan Prabowo setidaknya sudah tiga kali bertemu empat mata di Istana selama satu bulan terakhir.(kompas)