Kantor Kelurahan Sumur Meleleh Kota Bengkulu Disegel, Ketua RW: Kami Sudah Muak

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bengkulu – Suasana memanas di Kelurahan Sumur Meleleh Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, Senin malam (21/7/25), kantor kelurahan setempat disegel oleh para tokoh masyarakat.

Bukan aparat penegak hukum yang memasang segel, melainkan para Ketua RT, RW, Ketua Adat, serta anggota Linmas.

Aksi itu merupakan bentuk protes atas sikap pihak kelurahan yang dinilai arogan, tidak transparan, dan kerap mengabaikan peran struktural RT dan RW dalam pemerintahan tingkat bawah.

“Terpaksa kami dari pihak ketua adat, RT, RW dan Linmas menutup sementara kantor lurah Sumur Meleleh,” kata Ketua RW 2, Mulyadi Mandai, kepada Satujuang.

Mulyadi menyebut bahwa pihak kelurahan selama ini terkesan menganggap keberadaan RT dan RW tidak penting.

Mereka jarang dilibatkan dalam kegiatan resmi, termasuk sosialisasi dan program kelurahan.

“Terkadang tiba-tiba masyarakat lebih tahu dibanding kami RT dan RW,” ujarnya kesal.

Ia menambahkan, keresahan terhadap pola komunikasi dan koordinasi kelurahan sebenarnya sudah lama mereka dirasakan dan pendam.

Namun malam ini, menurutnya, kesabaran warga yang menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat itu sudah habis.

“Giliran gotong royong, kami selalu diminta terlibat aktif, sementara mereka jarang terlihat hadir apalagi mau membantu. Kesabaran kami sudah cukup,” tegas Mulyadi.

Penyegelan dilakukan secara spontan dan akan terus berlangsung hingga ada tanggapan serius dari pihak kelurahan maupun Pemerintah Kota Bengkulu.

Mereka menyatakan siap membuka segel jika ada dialog terbuka yang menjawab tuntutan mereka. (Red)