Kantor Golkar Kota Bengkulu Disegel, Mardensi: Katanya ke Ketua Lama

Ketua terpilih DPD II Partai Golkar Kota Bengkulu, Mardensi, menanggapi aksi penyegelan kantornya oleh pihak ahli waris. Ia langsung turun meninjau lokasi pemagaran tersebut.

“Saya baru mendapat informasi bahwa kantor Golkar Kota dipagar. Setelah saya cek lapangan, ternyata benar dilakukan oleh pihak yang mengaku ahli waris,” ujar Mardensi, Kamis (7/5/26).

Pihak ahli waris mengklaim lahan tersebut adalah milik keluarga mereka. Namun, Mardensi mengaku hingga kini belum melihat dokumen resmi yang menjadi dasar klaim itu.

“Mereka menyebut itu tanah ahli waris. Namun saya belum melihat dokumen atau surat-suratnya, sehingga belum bisa memastikan lebih jauh,” katanya kepada media.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, persoalan lahan ini ternyata sudah berlangsung cukup lama. Ahli waris mengklaim pernah membahasnya dengan pengurus Golkar periode sebelumnya.

“Mereka menyebut sudah berkomunikasi dengan ketua lama, namun belum ada penyelesaian. Akhirnya, persoalan ini meledak di masa kepengurusan kami sekarang,” jelas Mardensi.

Meski persoalan muncul sejak kepemimpinan lama, Mardensi menegaskan dirinya tetap bertanggung jawab sebagai ketua terpilih. Ia akan menyikapi masalah ini secara serius dan profesional.

“Walaupun ini masalah lama, saya tetap harus bertanggung jawab karena sekarang saya memimpin. Namun tindakan pemagaran ini dilakukan tanpa sepengetahuan kami,” tegasnya.

Terkait langkah selanjutnya, Mardensi akan berdiskusi dengan tim kuasa hukum. Ia ingin mengkaji aspek hukum dari tindakan pemagaran yang dilakukan secara mendadak tersebut.

Ia juga meminta pihak ahli waris dapat menunjukkan dokumen resmi seperti sertifikat tanah. Menurutnya, dasar kepemilikan yang jelas sangat krusial dalam menyelesaikan sengketa ini.

“Tadi saya lihat dokumen belum diperlihatkan, tetapi pemagaran sudah dilakukan. Kalau ingin menunjukkan hak, tentu harus ada dasar hukum yang jelas,” ujarnya.

Mardensi menegaskan tidak pernah menerima pemberitahuan resmi terkait rencana pemagaran kantor. Informasi mengenai somasi sebelumnya disebut hanya sampai kepada pengurus lama partai.

“Katanya pemberitahuan pernah disampaikan ke ketua lama tapi tidak direspons. Sejak tanggal 25 kemarin, kepengurusan kami baru mulai berjalan,” pungkas Mardensi menutup keterangan. (Red)