Jelang Nataru, Harga Semen Per Sak Naik Jadi Rp 535 ribu

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Wamena – Menjelang Nataru, harga minyak goreng dan semen di kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua mengalami kenaikan. Salah satu penyebabnya adalah naiknya tarif kargo.

Kepala Bidang Dinas Tenaga Kerja Industri dan Perdagangan (Disnakerindag) Kabupaten Jayawijaya Arisman Chaniago, menjelaskan bahwa harga minyak goreng per 5 liter yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 125 ribu, saat ini naik menjadi Rp 140 ribu.

“Untuk minyak goreng, produsen mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan baku. Kenaikan juga disebabkan pada tarif kargo,” jelas Arisman, Sabtu (27/11/21) yang dilansir dari Kumparan.

Dikatakannya juga, selain minyak goreng, harga semen yang sebelumnya Rp440 ribu per sak untuk ukuran 50 kilogram, sejak bulan Agustus juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp 535 ribu.

“Kenaikan semen dan minyak kembali terjadi pada minggu ke-3 bulan November 2021,” katanya lagi.

Arisman menjelaskan untuk harga beras dan kebutuhan pokok lainnya masih terpantau stabil.

“Kalaupun ada beberapa komoditi harganya naik di pasaran, masih
wajar dengan kenaikan berkisar 10 persen. Walau begitu,
Disnakerindag terus melakukan (pengawasan, red) kenaikan harga dan ketersediaan barang jelang natal dan tahun baru,” ujar Arisman.

Seperti kita ketahui, tahun 2017 lalu, harga semen di Puncak Jaya mencapai Rp 2 juta per sak. Atas kolaborasi perusahaan plat merah seperti PT Semen Tonasa, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), PT Pos dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV, harga bisa turun menjadi RP 500 ribu per sak yang bertahan sampai saat ini. (Ds)