Indonesia Gabung BRICS, Rupiah Menguat 55 Poin

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Jakarta- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencatat penguatan sebesar 55 poin atau 0,34 persen, ditutup pada level Rp16.143 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.198 pada perdagangan hari ini, Selasa (8/1/25).

Penguatan ini didorong oleh respons positif pasar terhadap keputusan Indonesia bergabung dalam kelompok BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan).

Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi, menjelaskan bahwa keanggotaan Indonesia di BRICS merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah global, khususnya di mata Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

“BRICS membuka peluang kerja sama di berbagai bidang seperti teknologi, ketahanan pangan, dan perubahan iklim, yang pada akhirnya meningkatkan pengaruh Indonesia secara internasional,” ujarnya.

Menurut Ibrahim, fenomena dedolarisasi yang menjadi salah satu agenda BRICS akan terjadi secara bertahap.

Beberapa negara anggota, seperti China dan Rusia, telah menggunakan mata uang lokal untuk 90 persen transaksi ekspor-impor mereka.

Namun, upaya menciptakan mata uang alternatif global atau pengganti sistem SWIFT dinilai masih sulit diwujudkan.

Selain itu, penguatan rupiah juga dipengaruhi oleh rencana kebijakan tarif Presiden AS terpilih, Donald Trump.

Rencana pelonggaran tarif ini sempat melemahkan indeks dolar AS hingga 1 persen sebelum dibantah, sehingga pelemahannya berkurang menjadi 0,6 persen.

Pada perdagangan terakhir, indeks dolar AS tercatat di level 108,6, sementara obligasi AS tenor 10 tahun berada di 4,65 persen.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menunjukkan penguatan rupiah ke level Rp16.169 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.193.

Langkah strategis Indonesia bergabung dalam BRICS diharapkan terus memberikan dampak positif bagi stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah ke depannya.(Red/republika)