Hari Perawat Internasional, Arif: Hilangkan Stigma Jelek Terhadap Rumah Sakit Jiwa

Bengkulu – Memperingati hari perawat internasional yang jatuh pada Jumat (12/5), RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu gelar Sosialisasi, Senin (15/5/23).

“Kali ini mengusung tema ‘Perawat Kami Masa Depan Kita’, kedepannya diharapkan perawat kami memiliki skil dan kemampuan yang mumpuni dalam memberikan pelayanan khususnya bagi para pasies sakit jiwa,” ujar Ketua Komite Keperawatan RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu, Arif Budi Hermawan pada awak media di RSKJ Soeprapto Provinsi Bengkulu.

Dijelaskan Arif, dirinya mengimbau kepada masyarakat, pemerintah dan stakeholder terkait agar tidak memiliki stigma jelek terhadap rumah sakit khusus jiwa.

Karena bukan hanya ODGJ saja yang mengalami gangguan jiwa, tetapi orang normal seperti kita pasti juga pernah mengalami gangguan jiwa.

“Seperti kesulitan tidur, susah konsentrasi, susah berkomunikasi dengan orang lain, itu sudah tanda-tanda gangguan jiwa tapi kategori ringan,” imbuh Arif.

Arif menambahkan, bila tanda-tanda itu tidak segera diatasi atau diobati, maka lama-kelamaan akan mengalami gangguan jiwa berat.

Adapun suka duka yang dialami ketika bertugas adalah dukanya ketika sebagai perawat tidak memiliki ilmu untuk berinteraksi dengan pasien, seperti tidak mengetahui apa permasalahan pasien.

“Untuk itu harapan saya bukan hanya perawat di rumah sakit jiwa saja yang berperan dalam penyembuhan pasien, tetapi dari pihak keluarga juga harus memberikan dukungan,” pungkas Arif.(Nt/adv)