Satujuang, Seluma- Gubernur Bengkulu H Helmi Hasan ultimatum keras ASN Selingkuh di Seluma dengan ancaman akan dimasukkan dalam “Retreat Merah Putih”.
Peringatan tegas tersebut disampaikan Helmi Hasan saat diwawancarai usai menggelar Safari Ramadan di Kabupaten Seluma, Kamis malam (19/2/26).
Menjawab pertanyaan wartawan atas rentetan banyaknya kasus dugaan perselingkuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Seluma akhir-akhir ini.
Di hadapan awak media, Gubernur menegaskan tidak akan mentolerir perilaku pelanggaran moral tersebut karena mencederai etika, norma sosial, serta citra birokrasi pemerintahan.
“Selingkuh itu obatnya adalah Retreat Merah Putih,” tegas Helmi.
Tidak berhenti pada pernyataan simbolik, Helmi Hasan secara eksplisit meminta agar data ASN Selingkuh di Seluma yang terlibat skandal tersebut segera diserahkan kepadanya.
“Kasih datonyo kek sayo yang selingkuh,” ujar Gubernur.
Permintaan tersebut diartikan sebagai instruksi langsung gubernur agar daftar ASN Selingkuh di Seluma segera dilaporkan kepadanya.
Informasi yang berkembang menyebutkan, kasus perselingkuhan ASN di Kabupaten Seluma didominasi oleh ASN berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Selain itu, sebagian besar pelanggaran etik tersebut diduga melibatkan ASN yang bertugas di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma.
Ironisnya, hingga kini belum terlihat adanya langkah konkret dan transparan dari instansi terkait untuk menindaklanjuti kasus-kasus tersebut secara terbuka.
Kondisi ini memunculkan sorotan publik terhadap lemahnya penegakan disiplin dan pengawasan internal terhadap ASN Selingkuh di Seluma.
Terkait hal tersebut, pernyataan keras Gubernur Bengkulu dinilai sebagai bentuk peringatan terbuka sekaligus menjadi tekanan moral kepada pemerintah kabupaten dan organisasi perangkat daerah (OPD) agar tidak lagi menutup mata terhadap perilaku menyimpang di lingkungan birokrasi. (Da)
