Satujuang, Jakarta- Bank Raya, sebagai bank digital dari BRI Group, terus memperkuat komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Inisiatif ini mengantarkan ESG Bank Raya meraih penghargaan bergengsi dari Katadata Green Initiatives Awards (KGIA) 2025 di Jakarta.
“Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, kami berkomitmen menjadi perusahaan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Di saat yang bersamaan, kami terus menjaga pertumbuhan bisnis secara jangka panjang,” ungkap Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia, Danar Widyantoro.
Danar menjelaskan bahwa Bank Raya berupaya mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Upaya ini selaras dengan prinsip green banking, termasuk pengembangan produk digital berbasis Sustainability Green Economy untuk segmen Mikro dan Kecil.
Penghargaan ini mendorong Bank Raya untuk terus mengimplementasikan prinsip ESG secara berkesinambungan. Praktik bisnis diharapkan berdampak nyata bagi ekonomi, lingkungan, dan masyarakat.
Bank Raya juga memperkuat pengelolaan risiko serta memperluas pembiayaan ramah lingkungan.
Dari sisi bisnis, penyaluran kredit pada Kelompok Usaha Berkelanjutan/UMKM menunjukkan peningkatan signifikan.
Hingga Juni 2025, angka tersebut mencapai Rp2,23 triliun, naik dari Rp1,88 triliun pada Juni 2024.
Bank Raya menghitung jejak karbon dari seluruh kegiatan operasionalnya mendukung prinsip ESG. Pada 2024, terjadi penghematan air 8,47%, pengurangan limbah kertas 0,47 ton, dan penurunan konsumsi BBM 29,04% dari tahun sebelumnya.
Bank Raya turut melibatkan nasabah dalam program pelestarian lingkungan melalui Mission VGNZ Program (MVP) Aksi Tanam 1000 Kebaikan.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) perusahaan.
Program ini mengajak nasabah berkontribusi menanam bakau di Pantai Mangunharjo, Semarang, Jawa Tengah. Lokasi ini merupakan bagian dari CSR Pantura Green Belt Program.
Aksi Tanam 1000 Kebaikan berlangsung Maret hingga Juli 2025, dengan pemeliharaan hingga 2027. Lebih dari 3500 nasabah berkontribusi melalui transaksi keuangan di Aplikasi Raya.
Nasabah dapat menanam pohon bakau sesuai kuota untuk setiap transaksi QRIS atau top up e-wallet. Melalui program MVP ini, Bank Raya telah menanam sejumlah 3500 pohon bakau.
“Bank Raya akan terus berkomitmen melakukan upaya pengurangan emisi serta dampak buruk lain bagi lingkungan yang sejalan dengan prinsip green banking,” tutup Danar Widyantoro.
Ia juga menekankan pentingnya Bank Raya menjadi bank digital utama. Perusahaan akan memberikan solusi keuangan digital terluas, mendukung percepatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. (Rls)
