Ditemukan Kuburan Beras Bantuan dari Presiden, Ini Penjelasan JNE

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Depok – Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) mengakui bahwa pihaknya mengubur berkarung-karung beras bantuan presiden (banpres) di Depok, Satujuang.com/tag/jawa-barat/" rel="nofollow">Jawa Barat.

Dalam sebuah keterangan melalui akun Instagram resminya, JNE menyampaikan, upaya penguburan dilakukan lantaran barang tersebut telah rusak.

Presiden Direktur JNE, Mohamad Feriadi mengatakan, terkait dengan pemberitaan temuan beras bantuan sosial di Depok, tidak ada pelanggaran yang dilakukan.

“Karena sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah disepakati dari kedua belah pihak,” tulisnya dikutip dari akun JNE, Senin (1/8/22).

JNE memastikan bahwa dalam menjalankan bisnis, mereka taat mengikuti peraturan yang berlaku. Serta selalu menjalankan standard operating procedure (SOP) perusahaan dengan sebaik mungkin.

Insiden penguburan berkarung beras itu terjadi ketika JNE menjadi mitra pemerintah untuk melakukan distribusi bantuan ke masyarakat.

Sebagai perusahaan Nasional yang bergerak di bidang jasa kurir ekspres dan logistik, JNE terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan, masyarakat serta pemerintah.

“Oleh karena itu sebagai bentuk dukungan terhadap hal tersebut, JNE mendukung program Pemerintah dalam proses distribusi beras bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat bekerja sama dengan pihak terkait,” tulis mereka.

Namun lantaran barang tersebut rusak, dan perjanjian antara pihak JNE dan mitra mengizinkan agar beras yang telah rusak dikubur, maka penguburan karungan beras itu dilakukan.

Geger penemuan berkarung beras bantuan presiden di Depok, Jawa Barat rami usai videonya beredar luas di media sosial. Beras-beras itu tersimpan dalam karung berukuran 20 kilogram.

Karungan beras yang telah membusuk itu ditemukan Rudi Samin, selaku pemilik tanah tempat ditemukannya beras tersebut.

Mulanya dia mendapatkan informasi soal adanya temuan beras di tanahnya.

Untuk memastikan hal itu, Rudi harus menyewa alat berat untuk menggali tanah.

Setelah melakukan penggalian cukup lama, betul saja ia menemukan berkarung-karung beras yang dikemas dengan tulisan Beras Kita.

Polisi turun tangan guna menyelidiki temuan beras tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengaku bakal memanggil pihak JNE untuk dimintai klarifikasi atas temuan tersebut pada Senin (1/8/22). (asm/danis)