Kota Bengkulu – Owner arisan online wanita cantik inisial AN, warga kota Bengkulu dikabarkan menghilang setelah disomasi 2 kali oleh korbannya.
“Saya ikut arisan sejak Agustus 2023, peserta ada 20 orang, saya nomor 20. Seharusnya 17 Februari 2024 kemaren saya terima Rp20jt,” terang Nova selaku korban arisan.
Nova menyebut, dari total Rp20 juta ia baru berhasil mendapatkan Rp3 juta dari AN, itupun dengan alasan pinjam uang.
Sejak saat itu hingga saat ini ternyata tak kunjung ada pelunasan atau cicilan sepeserpun dari AN.
Berbagai alasan dilontarkan AN untuk mengembalikan uang arisan tersebut, dari mengaku sakit, bangkrut dan lainnya.
“Awalnya kasihan, makanya saya diamkan agar dia selesaikan masalahnya satu-persatu. Namun ternyata hingga kini tak ada niat bayar,” beber Nova.
Karena alasan itulah, Nova mengatakan, akhirnya dirinya melayangkan somasi ke-1 pada 24 Desember 2024 kemarin.
Saat itu, kata Nova, ada respons dari AN melalui pesan WhatsApp, AN berniat membayar dengan mencicil Rp500 ribu perbulan.
“Saya menolak, kemudian saya somasi lagi yang ke-2 tanggal 21 Januari 2025 kemarin, dan tak ada respon. AN menghilang, keluarganya mengaku tidak tau AN dimana. Di WA, telpon gak respon. Saya ada bukti rekening koran BCA transfer senilai Rp20 jt ke AN,” beber Nova.
Selain AN ternyata ada satu lagi owner arisan online yang juga di somasi oleh Nova. Yakni wanita inisial DA.
Nova mengatakan, saat ia ikut arisan AN, dirinya juga diajak DA untuk ikut arisan miliknya dengan nominal yang sama.
“Awal ceritanya saya risih dengan DA yang terus nagih uang arisan sebelum tanggal japo (jatuh tempo). Akhirnya saya putuskan komunikasi. Tapi tetap bayar sampai pembayaran ke-18,” ungkap Nova.
Ketika pembayaran ke-18 itu juga, kata Nova, dia baru tau kalau dirinya sudah dikeluarkan dari arisan oleh DA dan digantikan orang lain.
Ia pun berinisiatif menghubungi DA, untuk menanyakan uang miliknya. Karena saat itu hanya tersimpan bukti transfer senilai Rp5 juta, maka hanya bukti itu yang dikirimkannya kepada DA.
“Baru dikembalikan Rp5 juta, setelah saya cetak rekening koran baru ada bukti sudah ditransfer sebanyak Rp18 juta. Bukti itu sudah kita berikan sekaligus dengan somasi ke-1 ke DA tanggal 21 Januari 2025 kemarin,” jelasnya.
Lebih lanjut Nova menyebut, langkah selanjutnya dirinya akan melaporkan kejadian yang dialaminya ini ke pihak Kepolisan. (Red)
