Bengkulu Selatan – Dipicu masalah minyak, Dingki Toni (35) warga Desa Darat Sawah Ilir, Kecamatan Seginim tewas bersimbah darah.
“Korban tewas di Perkebunan Kopi wilayah Air Gambiran di Kecamatan Lubuk Sandi Kabupaten Seluma,” ujar Kapolsek Sukaraja, Iptu. Frengki Sirait kepada awak media, Jumat, (15/4/23).
Dijelaskan Kapolsek, Korban tewas setelah terlibat perkelahian dengan Mijoyo (41) yang masih kerabat korban sendiri.
Adapun penyebab kejadian, pada hari Selasa (11/4) sekira pukul 13.00 WIB, korban meminta tolong kepada tetangganya Sur untuk membeli minyak bensin sebanyak 5 liter.
“Akan tetapi Sur tidak dapat mengantarkan ke korban dan meminta tolong kepada terduga pelaku untuk membawa minyak bensin ke korban,” terang Kapolsek.
Namun, terduga pelaku menolak dikarenakan saat itu membawa beras dan dikhawatirkan jika membawa minyak akan tumpah dan mengenai beras.
Kemudian Sur memberitahu kepada korban lewat HP bahwa terduga pelaku tidak bisa membawakan minyak.
“Selanjutnya pada hari Kamis (13/4) sekira pukul 15.00 WIB, korban menemui terduga pelaku di kebun yang saat itu sedang memanen kopi,” imbuh Kapolsek.
Atas permasalahan itu, korban melarang terduga pelaku untuk melewati kebun korban jika hendak ke kebun terduga pelaku.
Saat itu juga, tiba-tiba korban langsung mengeluarkan pisau dan menusukkan kearah terduga pelaku.
“Kemudian pelaku mengelak ke samping sambil merebut pisau dari tangan korban dan menusukkannya pada korban sebanyak dua kali,” tambah Kapolsek.
Adapun bagian yang tertusuk yaitu di bawah ketiak sebelah kiri dan di bagian pinggang sebelah kiri, di mana pisau tersebut masih tertancap di pinggang kiri korban.(nt)
