Desa Air Merah, Walaupun Terpencil Sudah Jadi Desa Digital

Mukomuko – Desa Air Merah Kecamatan Malin Deman yang letaknya jauh dipinggir kota Kabupaten Mukomuko ternyata telah memiliki aplikasi desa yang berbasis digital.

Saat diwawancara awak media Satujuang.com, Adi, Sekretaris Desa Air Merah menceritakan layanan aplikasi open desa ini berbasis digital dengan website air merah.id

Adi menjelaskan, aplikasi ini menampilkan beberapa fitur, di antaranya layanan surat-surat yang dibutuhkan warga hanya dengan menggunakan KTP elektronik semua akan terinput.

“Seperti berapa batasan usia yang menerima bantuan dari pemerintah atau statusnya apa, bahkan  sampai ke data pribadi lainnya termasuk fitur layanan seperti jual beli dan absen perangkat desa,” ujar Adi, Selasa (21/6/22)

Jadi, lanjut Adi, masyarakat tidak perlu susah payah lagi kalau butuh mengurus surat-surat, semua bisa terlayani lewat smartphone androit.

“Terkait berkembangnya bidang industri 4.0, masyarakat yang mempunyai usaha bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk memasarkan produknya,” jelas Adi lagi.

Adi menceritakan, aplikasi digital desa ini dibuat berawal dari rancunya data yang ada di desa.

“Dulu, bila butuh data untuk bantuan, kita harus turun lapangan untuk mendata dan memverifikasi warga. Sekarang tidak lagi dengan adanya aplikasi ini,” terang Adi.

Bahkan, kata Adi, doblenya nama dengan macam-macam jenis bantuan tidak akan terjadi lagi. Karena secara otomatis sudah terdata di aplikasi desa.

Ia juga menjelaskan, untuk tahapan pemilu serentak tahun depan, petugas sensus tidak perlu repot lagi untuk mendata, tinggal dicocokkan saja. Dijamin warga Desa Air Merah tidak akan kehilangan hak pilihnya.

“Aplikasi ini juga bisa menunjang ekonomi masyarakat pada era yang serba digital ini, walaupun desa kita ada di tengah hutan,” tuturnya lagi.

Sementara itu Kades Air Merah, Rahmady ikut menambahkan, aplikasi ini membuat semua jadi lebih transparan, baik mengenai sumber daya alam maupun keuangan desa sudah terdata di aplikasi open desa air merah.id

“Kita beruntung mempunyai perangkat desa yang masih muda dan melek dunia digital, jadi masyarakat bisa mematau semua kegiatan desa lewat smartphone androitnya dari rumah,” tandas Rahmady.

Ia mengungkapkan, tapi ada pelayanan yang masih harus dilakukan secara manual seperti surat jual beli tanah dan jenis usaha lantaran harus disurvey secara fisik.

“Tetapi kalau untuk data kependudukan kita udah fit dan tidak perlu repot repot lagi,” pungkas Kades Rahmady. (zul)