Satujuang, Bengkulu- Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelontorkan anggaran jumbo untuk sejumlah proyek pengadaan barang dan jasa pada tahun 2025.
Data yang dihimpun dari dokumen resmi memperlihatkan sedikitnya tujuh paket pengadaan dengan nilai di atas Rp10 miliar, sebagian besar untuk sektor infrastruktur dan kesehatan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) menjadi instansi dengan alokasi anggaran terbesar.
PT Rodateknindo Purajaya tercatat menggarap tiga paket proyek rekonstruksi jalan dengan total nilai fantastis:
-
Rekonstruksi Ruas Jalan Lubuk Sini – Batas Bengkulu Utara senilai Rp79,46 miliar,
-
Rekonstruksi Ruas Jalan Padang Betuah – Perbo (Batas Bengkulu Utara) sebesar Rp51,88 miliar,
-
Rekonstruksi Ruas Jalan Pasar Talo – Pering Baru – Kembang Mumpo senilai Rp51,68 miliar.
Selain itu, PT Statika Mitrasarana turut dipercaya membangun Ruas Jalan PUT – Kota Padang – Derati – Tanjung Ening (Batas Sumsel) dengan nilai kontrak sebesar Rp53,68 miliar.
Sementara PT Pebana Adi Sarana mengerjakan Ruas Jalan Muara Aman – Tambang Sawah senilai Rp30,72 miliar.
Tak kalah menarik, Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu mengalokasikan dana sebesar Rp34,99 miliar untuk pengadaan kendaraan pelayanan kesehatan atau ambulans yang digarap oleh penyedia bernama Radita Autoprima.
Sementara itu, Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat mencatatkan pengadaan yang tak kalah mengejutkan: belanja sewa alat angkutan bermotor udara lainnya, dengan nilai Rp11,3 miliar.
Proyek ini dikerjakan oleh PT Lion Mentari Airlines, perusahaan induk maskapai Lion Air.
Masifnya anggaran pengadaan ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efektivitas dan pemerataan pembangunan, terlebih di tengah berbagai persoalan dasar seperti gaji perangkat desa yang tertunda dan kondisi sejumlah jalan desa yang masih rusak parah.
Transparansi, pengawasan, dan akuntabilitas terhadap pelaksanaan proyek-proyek ini pun kini menjadi sorotan publik.
Pemerintah diminta memastikan bahwa anggaran ratusan miliar rupiah tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat Bengkulu. (Red)
