Satujuang, Blitar – Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, merespons serius ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi melanda pada musim kemarau 2026.
Nurhadi menyebut ancaman kekeringan merupakan siklus tahunan. Hal ini menjadi tantangan serius bagi Kabupaten Blitar maupun daerah lainnya di Jawa Tengah dan Timur.
Ia meminta kepala daerah segera melakukan mitigasi dini. Satuan kerja terkait, khususnya BPBD, didorong bergerak cepat mencegah musibah yang tidak diinginkan di masyarakat.
Pemerintah daerah diminta mengaktifkan kembali sumber air yang selama ini tidak berfungsi maksimal. Hal ini penting untuk menjaga ketersediaan pasokan air bagi warga.
“Jika sumber air habis, bantuan air bersih dari BPBD maupun satker lain wajib segera didatangkan ke lokasi terdampak,” tegas Nurhadi, Sabtu (2/5/26).
Politisi NasDem ini juga mengerahkan relawannya untuk memantau warga. Mereka akan membantu masyarakat yang luput dari jangkauan atau bantuan pemerintah daerah.
“Relawan kami akan bahu-membahu agar ancaman kekeringan tidak menjadi momok menakutkan bagi warga Blitar,” ujar pria yang juga Ketua NasDem Blitar tersebut.
Nurhadi menyarankan pemerintah melibatkan pihak swasta dalam penanganan ini.
Perusahaan yang berinvestasi di Blitar harus menunjukkan kepedulian sosial melalui program bantuan air.
Pihak swasta dinilai memiliki tanggung jawab moral karena telah mencari rezeki di Blitar. Partisipasi mereka akan memperkuat sumber daya pemerintah dalam menghadapi bencana.
“Pemerintah harus aktif melibatkan tokoh masyarakat dan pengusaha lokal. Kebersamaan adalah kunci utama dalam pencegahan dampak kekeringan ini,” pungkas Nurhadi. (Herlina)
