Satujuang, Bengkulu– Aksi Unjuk Rasa 2 September 2025 Bengkulu berlangsung damai dan unik, bak acara konser. Ribuan mahasiswa, OKP, serta elemen masyarakat memenuhi simpang empat DPRD.
Sejak pukul 13.30 WIB, massa bergerak dari Taman Budaya. Polisi menghentikan mereka di depan gedung DPRD untuk pemeriksaan ketat.
Layaknya penonton konser, tas, jaket, hingga bendera peserta diperiksa. Lima orang sempat ditahan karena menolak, sebelum akhirnya dilepaskan kembali.
Sekelompok kecil massa juga sempat tertangkap kamera berlari dari lokasi karena ketahuan bukan bagian dari para mahasiswa.
Usai pemeriksaan, ribuan massa duduk melingkar di bundaran simpang empat DPRD. Suasana tertib, jauh berbeda dari aksi sebelumnya yang penuh ketegangan.
Momen menarik tercipta saat Ketua DPRD, pimpinan komisi, Kapolda Bengkulu, dan Danrem bergabung, duduk sejajar bersama massa di bawah terik matahari.
Seorang orator lantang mengkritik soal pajak. “Keringat rakyat selalu dipotong pajak, tapi ke mana uangnya?” teriaknya, disambut sorak mahasiswa.
Wajah tegang anggota dewan tampak jelas. Beberapa berusaha tersenyum, namun kata-kata mahasiswa menohok langsung di hadapan mereka.
Puncak aksi terjadi ketika koordinator lapangan, membacakan 14 tuntutan. Isu mencakup reformasi Polri, cabut Inpres 1/2025, hingga pencopotan Kapolri.
Ketua DPRD, Sumardi, dihadapan ribuan pengunjuk rasa di sumpah dibawa Al Quran berjanji menyampaikan semua tuntutan ke pusat.
“Hari Kamis, bukti penyerahan tuntutan akan ada,” katanya.
Massa menyambut dengan sorakan lega, meski sebagian masih ragu. “Janji tidak cukup, buktikan dengan tindakan nyata,” balas seorang mahasiswa.
Sekitar pukul 17.30 WIB, aksi berakhir tertib tanpa insiden, mahasiswa membubarkan diri. Aksi ini diakhiri dengan membersihkan lokasi dari sampah oleh pihak Polri dan TNI bersama para mahasiswa. (Red)
