Jakarta- Ketika seseorang meninggal dunia, ia tidak membawa apa pun dari dunia kecuali amal perbuatannya.
Harta, keluarga, atau benda yang dicintainya tidak akan menemaninya di alam kubur. Rasulullah SAW menegaskan hal ini dalam sebuah hadits:
“Mengiringi mayat (ke kuburannya) diikuti oleh tiga perkara. Maka pulang kembali dua perkara dan tetap tinggal bersamanya satu perkara. Mayat diiringi oleh keluarganya, hartanya, dan amalnya. Maka pulang kembali keluarga dan hartanya dan tetap tinggal amal perbuatannya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Berikut adalah beberapa amalan yang diajarkan Rasulullah SAW sebagai penyelamat dari siksa kubur:
1. Membaca Kalimat Thayyibah
Ucapan “La ilaha illallah” merupakan tameng dari siksa kubur. Rasulullah SAW bersabda bahwa membaca Laa ilaaha illallah al-malikul haqqul mubiin sebanyak 100 kali sehari akan melindungi seseorang dari siksa kubur, menghindarkan dari kemiskinan, serta membuka pintu surga. (HR Dailami, Khatib, dan Abu ‘Aliyah).
2. Berjuang di Jalan Allah
Seseorang yang meninggal saat bertugas di jalan Allah akan terbebas dari siksa kubur. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap amal akan terputus, kecuali bagi yang meninggal saat berjaga di jalan Allah. Amalnya akan terus bertambah hingga hari kiamat, dan ia akan aman dari fitnah kubur.” (HR At-Tirmidzi dan Abu Dawud).
3. Membaca Surah Al-Mulk
Membaca Surah Al-Mulk setiap malam sebelum tidur dapat menyelamatkan dari azab kubur. Rasulullah SAW menyebut surah ini sebagai al-Maani’ah (yang mencegah dari siksa). (HR An-Nasa’i).
4. Meninggal di Hari Jumat
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada seorang muslim pun yang meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat, melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah kubur.” (HR Ahmad).
Namun, para ulama mengingatkan bahwa ampunan Allah tetap bergantung pada kehendak-Nya, sehingga umat Islam tetap harus beramal dan berdoa.
5. Meninggal karena Sakit Perut
Orang yang meninggal akibat sakit perut juga dijanjikan terbebas dari siksa kubur. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang meninggal karena sakit perut, maka ia tidak akan disiksa di dalam kubur.”
Dalam hadits lain, sakit perut juga dianggap sebagai bentuk kematian syahid. (HR Muslim).
Amalan-amalan ini menjadi bekal bagi setiap muslim untuk memperoleh keselamatan di alam kubur.
Namun, yang terpenting adalah tetap berikhtiar, berdoa, dan berharap kepada Allah agar diberikan husnul khatimah. Wallahu a’lam.(Red/detik)
