Satujuang, Jakarta – Seorang jurnalis asal Palu, bernama Situr Wijaya (30), ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di kawasan Jakarta Barat pada Jumat (4/4/25).
Keluarga korban menduga bahwa kematian yang mendadak ini merupakan hasil dari tindak kekerasan yang berujung pada pembunuhan.
Kuasa hukum keluarga korban, Rogate Oktoberius Halawa, mengungkapkan kecurigaan tersebut setelah melihat foto-foto kondisi almarhum.
“Berdasarkan foto, terlihat adanya tanda-tanda luka berupa perdarahan di hidung dan mulut, memar di wajah serta sayatan pada leher bagian belakang, sehingga kami mencurigai adanya unsur pembunuhan,” ujar Rogate, Sabtu (5/4/25).
Atas dasar kecurigaan tersebut, pihak pengacara telah melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya dengan dugaan tindak pidana pembunuhan.
Hingga saat ini, keluarga dan pihak berwenang tengah menunggu hasil autopsi yang telah dilakukan di Rumah Sakit (RS) Polri.
“Hasil autopsi akan segera kami terima mengingat kasus ini menjadi perhatian utama,” ungkap Halawa.
Rencananya, jenazah Situr Wijaya akan diberangkatkan hari ini ke kampung halamannya di Kota Palu dan selanjutnya dikantongi di wilayah Kabupaten Sigi.
Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, turut membantu biaya kepulangan jenazah dengan mengirimkan bantuan dana sebesar Rp25 juta, seperti dikonfirmasi oleh Selfi, istri almarhum.






