Satujuang- Penipuan melalui file APK yang dikirim melalui WhatsApp kembali meningkat menjelang Lebaran.
Dilansir dari Kumparan, kali ini, file-file tersebut mengambil berbagai bentuk, mulai dari konten porno hingga surat resmi seperti surat PHK dan surat tilang.
Salah satu contoh file APK yang menyebar adalah “XXX HOT VIRAL 18”, yang menawarkan konten porno kepada korbannya. Namun, jika diinstal, ini bisa membuka pintu bagi para pelaku kejahatan siber.
Modus operandi yang digunakan mirip dengan kasus sebelumnya, di mana pelaku mengirim file APK melalui WhatsApp kepada korban dan meminta mereka untuk menginstalnya.
Setelah terinstal, aplikasi tersebut meminta akses ke SMS di ponsel korban. Dengan memanfaatkan akses tersebut, pelaku dapat membaca kode OTP yang dikirim oleh bank ke ponsel korban saat melakukan transaksi perbankan melalui aplikasi m-banking.
Alfons, seorang pakar keamanan, mengingatkan bahwa pengamanan hanya dengan SMS OTP tidaklah cukup untuk melindungi aplikasi sekelas m-banking.
Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk secara teratur mengganti kata sandi dan mengelola keamanan akun mereka.
Disarankan agar pengguna hanya menginstal aplikasi dari toko aplikasi resmi, seperti Google Play Store atau Apple App Store, dan untuk mematikan opsi instalasi aplikasi dari sumber tidak dikenal.
Selain itu, hanya aplikasi yang terpercaya yang boleh diberikan izin untuk mengakses SMS. Jika ada aplikasi yang tidak dikenali, segera hapus untuk mengurangi risiko kejahatan siber.(NT)
