Satujuang, Bengkulu- Rediyana Kauno, warga Enggano yang berhasil berangkat ke Bengkulu untuk mendapatkan perawatan lanjutan di Rumah Sakit atas penyakit yang dideritanya, menerima bantuan uang ganti tiket dari Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata (ASA) dan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.
“Saya anak pasien bernama Rediana Kauno, mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak ASA yang sudah memberikan bantuannya yaitu ganti tiket pesawat kami dari pulau Enggano ke Bengkulu, dan bantuannya sekarang sudah saya terima. Terima kasih bapak ASA atas bantuannya,” sampai Tri anak Rediana dalam video yang didapatkan Satujuang, Kamis (5/6/25).
Selain bantuan dari Bupati Bengkulu Utara, setibanya di Bengkulu, Rediana juga mendapatkan bantuan dari Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Bantuan ini diberikan melalui Asisten I Pemerintah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar.
Diberikan kepada Rediana secara langsung di salah satu ruangan perawatan di Rumah Sakit M Yunus (RSMY) Bengkulu.
“Saya bu diperintahkan pak Gubernur Helmi untuk membesuk ibu. Kemudian juga sekalian menepati janji pak Gubernur bahwa pak Gubernur akan membiayai ibu sama anak dan ibu nanti dipastikan oleh dokter ditangani dengan baik bu ya,” sampai Khairil dalam video yang beredar.
Dalam kesempatan itu Khairil juga menyampaikan pesan dari Gubernur yang mendoakan Rediyana agar lekas sembuh, serta memastikan akan diberikan penanganan yang terbaik selama di RSMY.
“Ini sesuai dengan janji pak Gubernur ini biaya kemarin biaya tiket sekalian nanti juga untuk biaya tiket pulang, kemudian ini ada sedikit bantuan juga di sini untuk adek (anak Rediyana, Red) nungguin ibunya untuk beli makan hari harinya,” lanjut Khairil.
Untuk diketahui, Rediyana Kauno merupakan salah satu dari 3 warga Enggano yang sebelumnya diberitakan dalam kondisi darurat dan harus segera dibawa ke Rumah Sakit di Bengkulu.
Hal ini dikarenakan, kurangnya fasilitas dan tenaga kesehatan yang tersedia di Pulau terluar tersebut.
Menurut keterangan dari PAABUKI (koordinator kepala suku Enggano), Milson Kaitora dalam wawancara sebelumnya, Puskesmas Enggano hanya buka sesuai jam kerja. Sehingga jika ada pasien kritis datang di luar jam operasional maka akan disuruh pulang ke rumah.
“Ketika nyawa dipertaruhkan, siapa yang bertanggung jawab?, sementara Rumah Sakit Bergerak Enggano saat ini tidak aktif. Hanya ada satu petugas yakni Bidan Kumala Sari. Tanpa dokter, tanpa tenaga medis lain. Karena pegawai lainnya sudah dirumahkan,” paparnya saat itu.
Rediyana Kauno diketahui berhasil berangkat ke Bengkulu menggunakan pesawat Susi Air berkat bantuan dari pihak keluarganya yang berhasil merunding beberapa penumpang untuk mengalah.
Opsi menggunakan pesawat perintis ini merupakan satu-satunya opsi yang mau tak mau dipilih karena dampak pendangkalan alur yang terjadi di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.
Pendangkalan menyebabkan kapal laut yang biasa menjadi alat transportasi penyebrangan 4000an jiwa warga di pulau Enggano ke Bengkulu terhambat untuk berlayar dan beraktifitas seperti biasanya.
Kondisi yang dialami oleh Pulau Enggano karena terisolir selama 3 bulan ini bahkan ikut disuarakan sejumlah pihak dari negara Malaysia.
Informasi terhimpun, untuk pasien lainnya yang belum berhasil menyeberang ke Bengkulu, kabarnya akan diberangkatkan menggunakan Kapal Pullo Telo pada Jumat (6/6) besok. (Red)
